tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi daripada bunga deposito.
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 5 Juni 2024:
IHSG Melanjutkan Kenaikan Hari Selasa (4/6)
IHSG naik 63,12 poin atau 0,90% ke 7.099,31 setelah sehari sebelumnya juga naik 0,94%. Nilai transaksi perdagangan tercatat sekitar Rp12,5 triliun.
Indeks-indeks lain seperti LQ45, IDX30, Bisnis27 dan SRI Kehati juga mengalami kenaikan walaupun tidak setinggi kenaikan IHSG.
Kenaikan saham berkapitalisasi besar seperti AMMN (+8,98%) dan BREN (+3,77%) yang terdapat di IHSG tidak termasuk dalam daftar indeks-indeks tersebut.
Kenaikan IHSG masih melanjutkan sentimen positif karena data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan. Sentimen positif tersebut dipicu oleh PMI Index yang turun yang menggambarkan terjadinya kontraksi, data Personal Consumption Index (PCE) bulan April yang sesuai ekspektasi, dan menambah harapan akan turunnya suku bunga US oleh Federal Reserve di sisa tahun 2024.
Rilis berita ini membuat yield obligasi US Treasury tenor 10 tahun melanjutkan penurunan dari level 4,6% ke level di bawah 4,4%.
Selain itu, US Dollar melemah yang tercermin di penurunan US Dollar Index dari 105,10 ke 104,05 dalam beberapa hari terakhir.
Berita di AS ini berdampak positif ke Indonesia seperti yield Surat Utang Negara turun sehingga harganya mengalami kenaikan, Rupiah menguat dari level 16.240 ke level 16.220 per USD, dan pasar saham Kembali bergairah dan mengalami kenaikan yang cukup tinggi dalam 2 hari terakhir.
Tren Penguatan Harga Surat Utang Negara (SUN) Masih Berlanjut Hari Selasa(4/6)
Yield SUN Benchmark 5-tahun turun 3 basis poin menjadi 6,79%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun tidak berubah di level 6,86%.
Level yield curve SUN saat ini masih in line dengan estimated range kami untuk minggu ini, yaitu di kisaran 6,88-7,09%.
Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp16,0 triliun kemarin, lebih tinggi dari volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp10,7 triliun.
Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar IDR 1,9 triliun. (BNI Sekuritas)
Yield US Treasury 10 Tahun Terus Menunjukkan Penurunan
Imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS bertenor 10-tahun turun menjadi 4,35% pada hari Selasa, terendah dalam sekitar tiga minggu, karena data terbaru dari AS terus memperkuat pandangan bahwa The Fed siap untuk memulai siklus pelonggaran pada bulan September.
Lowongan kerja JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey) turun jauh lebih besar dari perkiraan menjadi 8,059 juta, level terendah sejak Februari 2021. Hal tersebut menandakan pasar tenaga kerja terus melemah atau pengangguran menunjukkan peningkatan.
Selasa (4/6), Purchasing Managers’ Index (PMI) oleh Institute for Supply Management (ISM) atau PMI ISM menunjukkan pelemahan di sektor pabrik dari 49,2 ke 48,7 sehingga menyebabkan yield obligasi acuan turun hampir 10bps.
Investor sekarang melihat peluang 65% untuk pemotongan suku bunga di bulan September dan 77% untuk pemotongan suku bunga di bulan November. (Reuters)
Harga Saham AS Sedikit Naik Hari Selasa Kemarin
Harga saham-saham di AS berakhir sedikit lebih tinggi pada hari Selasa, dimana S&P 500 dan Nasdaq masing-masing bertambah 0,1%, sementara Dow naik 140 poin.
Investor sedang mencerna data terakhir yang menjadi salah satu penentu arah suku bunga di masa depan.
Data terakhir yang baru saja dirilis hari Selasa kemarin adalah lowongan kerja JOLTS yang turun jauh lebih besar dari perkiraan menjadi 8,059 juta, yang merupakan level terendah sejak Februari 2021, yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang melemah. (Trading Economics)
Ulasan
- Data terbaru AS, JOLT, menunjukkan pelemahan memperkuat pelemahan ekonomi AS. Sebelumnya, data PMI turun dan PCE yang sesuai ekspektasi meneruskan penurunan yield obligasi US Treasury juga turun.
- Data berikutnya yang ditunggu oleh investor adalah data Nonfarm Payroll yang akan dirilis di akhir minggu ini.
- Data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan membuat US Dollar Index melemah dan membuat Rupiah menguat. Turunnya yield US Treasury membuat yield Surat Utang Negara juga ikut turun dan IHSG meningkat.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk overweight/memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham untuk jangka panjang, karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), yang memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas, baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Namun, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.


