fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Breakfast News: 4 Juli 2024

tanamduit Breakfast News: 4 Juli 2024

oleh | Jul 4, 2024

tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!

Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:

  • SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
  • SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun

Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 3 Juli 2024:

market update 4 juli 2024

Rabu (3/7), IHSG Kembali Alami Kenaikan

Setelah mengakhiri kenaikan 4 hari berturut-turut pada Selasa lalu, IHSG kembali menguat 71,61 poin atau 1,01% menuju 7.196,76 pada Rabu (3/7). Nilai transaksi berjumlah Rp8,82 triliun. Indeks  LQ45 +0,55%, SRI-Kehati +0,50%, IDX30 +0,60% dan Bisnis27 +0,69%.

Salah satu penyebab kenaikan IHSG adalah berita yang memuat pernyataan Jerome Powell, Ketua US Fed Reserve, bahwa inflasi di AS sudah melambat (disinflationary path). Pelaku pasar menganggap berita ini sebagai sinyal bahwa US Fed akan mulai menurunkan suku bunga di bulan September. Alhasil, pasar saham bergairah dan harga-harga saham meningkat.

Saham-saham grup Prajogo Pangestu kembali menjadi kontributor kenaikan IHSG, dengan BRPT +4,26%, TPIA (Chandra Asri) +2,22%, BREN +1,97% dan CUAN +2,32%.

Selain itu, saham-saham pertambangan hari ini juga naik cukup signifikan, dengan BUMI +2,47%, BYAN +9,69%, INDY +2,34%. (CNBC Indonesia)

Rupiah Menguat Hari Rabu (3/7) Kemarin

Pernyataan Ketua US Fed, Jerome Powell, di acara Forum Kebijakan Moneter di Portugal beberapa waktu yang lalu, menyiratkan bahwa inflasi mulai melambat.

Hal ini membuat US Dollar Index melemah dan mendorong penguatan Rupiah.  Hari Rabu (3/7) kemarin, Rupiah menguat ke Rp16.371 (Kontan)

US Dollar Melemah Tipis Hari Rabu (3/7) Kemarin

Pada hari Rabu, US Dollar Index mengalami penurunan awal. Meskipun demikian, US Dollar Index tetap berada di level 105,4–terendah dalam tiga minggu terakhir.

Pasar terus menilai berbagai data ekonomi untuk mencari petunjuk mengenai kapan dan sejauh mana Federal Reserve akan memangkas suku bunga.

Selain terus mengulangi pernyataan bahwa Fed mencari lebih banyak bukti mengenai deflasi sebelum memangkas suku bunga, notulen pertemuan FOMC bulan Juni menunjukkan bahwa anggota FOMC memiliki pandangan berbeda mengenai berapa lama mereka harus mempertahankan suku bunga terminal.

Citi: Harga Emas Berpotensi Naik ke USD2.700-3.000 per ounce

Menurut analis Citi, permintaan investasi emas di Tiongkok dan bank-bank sentral telah meningkat hingga 85% dari pasokan tambang selama kuartal pertama tahun 2024 dan rata-rata lebih dari 70% pasokan tambang selama dua tahun terakhir.

Citi memperkirakan permintaan investasi emas akan terus meningkat, berpotensi menyerap hampir seluruh pasokan tambang selama 12-18 bulan ke depan.

Hal ini mendasari perkiraan mereka bahwa harga emas akan mencapai USD2.700-3.000 per ounce pada tahun 2025.

Perkiraan normalisasi suku bunga AS, yaitu dengan 8 pemotongan suku bunga The Fed berturut-turut yang dimulai pada bulan September, diperkirakan akan mendorong permintaan ETF emas yang lebih tinggi.

Selain itu, berlanjutnya pembelian oleh bank sentral Tiongkok dan bank-bank sentral lainnya, yang dipicu oleh faktor-faktor seperti kelebihan tabungan, lemahnya pasar properti, dan de-dolarisasi, akan mendukung tren ini.

Beberapa faktor lainnya dapat meningkatkan investasi emas dan mendorong kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan kelas aset lainnya, menurut bank tersebut. Salah satunya adalah potensi tarif perdagangan Trump jika dia terpilih menjadi Presiden AS di periode berikutnya.

Selain itu, kebijakan fiskal AS yang bertujuan untuk menggelembungkan utang dan ketegangan geopolitik seperti konflik di Timur Tengah juga dapat meningkatkan investasi emas.

Namun, kenaikan harga emas tidak akan terjadi jika permintaan Tiongkok lebih lemah dari perkiraan, permintaan bank-bank sentral berkurang, atau terjadi penundaan penurunan suku bunga oleh The Fed. (Investing, 3 Juli 2024)

Yield US Treasury 10 Tahun Turun Hari Rabu Kemarin

Imbal hasil (yield) obligasi US Treasury bertenor 10-tahun turun menjadi 4,35% pada hari Rabu  (3/7) dari level tertinggi tiga minggu sebesar 4,46%. Data ekonomi baru memperkuat alasan bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga pada kuartal ini.

Aktivitas sektor jasa AS mengalami penurunan terbesar dalam empat tahun terakhir pada bulan Juni, sementara tingkat inflasi sektor ini melambat lebih dari perkiraan. Selain itu, klaim pengangguran yang terus meningkat selama sembilan minggu berturut-turut merupakan angka tertinggi sejak tahun 2021.

Data-data di atas menambah pandangan bahwa suku bunga yang tinggi membuat biaya produksi meningkat dan memaksa perusahaan melakukan PHK.

Lebih lanjut, pasar terus menunjukkan konsensus yang longgar bahwa The Fed akan melakukan penurunan suku bunga pertama dari dua kali penurunan suku bunga sebesar 25bps tahun ini pada bulan September.

Ulasan

  • Turunnya PMI Index mengiringi turunnya inflasi (Personal Consumption Expenditure (PCE AS). Hal ini memperkuat harapan segera turunnya suku bunga USD di bulan September 2024.
  • Menjelang kepastian penurunan suku bunga US, pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile. Dengan tingkat volatilitas yang menurun, harga-harga saham cenderung akan naik kembali sampai akhir tahun 2024.
  • Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Pembelian emas ini bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.

    Rekomendasi

    • Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
    • Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
    • Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
    • Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
    • Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
    • Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
    • Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.

    Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

    DISCLAIMER:

    Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.

    PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

    Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.

    tanamduit Team

    tanamduit adalah aplikasi penyedia beragam produk investasi reksa dana, emas, Surat Berharga Negara (SBN) yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile