fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Breakfast News: 31 Mei 2024

tanamduit Breakfast News: 31 Mei 2024

oleh | Mei 31, 2024

tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi daripada bunga deposito.

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 31 Mei 2024:

market-update-31-mei-2024

IHSG kembali turun pada penutupan perdagangan Kamis (30/5), IHSG merosot 1,49% atau 106,09 poin ke 7.034,14.

Dari nilai perdagangan sekitar Rp14,16 triliun investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 1,18 triliun. BBCA (-1,64%), BBRI(-0,68%), BBNI (-0,88%) masih mencatat penurunan harga.

Namun, tidak sedalam penurunan sebelumnya. Saham grup Prajogo, BREN, mencatat penurunan yang dalam -9,88% setelah sehari sebelumnya naik 10,0%.

Penurunan IHSG masih sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian penurunan suku bunga US.

Ketidakpastian terjadi karena inflasi diprediksi masih akan tinggi setelah rilis indeks sentimen konsumen AS yang masih menunjukkan tingginya permintaan dan membuat inflasi masih tinggi.

Pertumbuhan Ekonomi AS Q1-2024 Lebih Rendah dari yang Diperkirakan

Perekonomian AS tumbuh sebesar 1,3% secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2024. Angka tersebut di bawah perkiraan awal sebesar 1,6% dan 3,4% pada kuartal keempat. Ha ini terjadi karena revisi ke bawah pada belanja konsumen.

Berita ini membawa harapan bahwa belanja konsumen dapat menurun dan dapat menekan inflasi dan menumbuhkan optimisme penurunan tingkat bunga akan terjadi di tahun 2024.

Yield US Treasury Menunjukkan Penurunan

Imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS bertenor 10-tahun turun menuju 4,55% pada hari Kamis kemarin, turun dari level tertinggi 4,61%.

Hal ini terjadi karena pasar bereaksi pada data terbaru sebagai petunjuk mengenai prospek kebijakan Federal Reserve.

Data baru menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS meningkat tidak setinggi dari yang dilaporkan sebelumnya pada kuartal pertama, sehingga sedikit mengurangi kekhawatiran akan keberlanjutan tekanan inflasi, dinlain pihak klaim pengangguran awal berada di atas rata-rata pada tahun tersebut.

Perkembangan tersebut mendukung skenario yang memungkinkan Federal Reserve melonggarkan kebijakannya tahun ini.

Oleh sebab itu, pasar berekspektasi bahwa penurunan suku bunga dapat terjadi pada bulan September.

Di lain pihak, harga interest-rate-futures menggiring pasar pada konsensus bahwa bank sentral AS hanya akan menurunkan suku bunga satu kali pada tahun 2024.

Harga Emas Naik Kamis Kemarin

Harga emas dunia naik sekitar 0,5% hari Kamis (30/5) setelah rilis pertumbuhan ekonomi AS yang lebih rendah dari yang diperkirakan.

Pasar berharap inflasi segera turun dan suku bunga juga dapat turun dan ini memberi ruang kenaikan harga emas.

Wall Street Merosot Saat Tenaga Penjualan Turun

S&P 500 ditutup turun 0,6% pada hari Kamis (30/5). Dow Jones turun 330 poin, dan Nasdaq turun hampir 1,1%.

Penurunan tersebut didorong oleh data baru yang menunjukkan pertumbuhan PDB direvisi turun menjadi 1,3% pada kuartal pertama.

Utamanya, belanja konsumen yang lebih lambat, yang dapat meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini.

Ulasan

  • Pertumbuhan ekonomi AS yang secara mengejutkan lebih rendah dari yang diperkirakan. Hal ini karena melambatnya belanja konsumen sehingga menimbulkan harapan suku bunga dapat terjadi di tahun 2024.
  • Yield US Treasury beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan. Adapun, US Dollar Index yang turun dari level 106 ke 104.
  • Data-data di AS terakhir menimbulkan harapan turunnya suku bunga US yang akan diikuti oleh turunnya suku bunga negara lainnya, termasuk Indonesia.
  • Namun pasar masih akan menunggu data-data ekonomi lainnya dan hasil Federal Open Market Committee (FOMC) meeting berikutnya di 11-12 Juni 2024.

    Rekomendasi

    • Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk overweight/memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang.
    • Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
    • Pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham untuk jangka panjang, karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
    • Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.

    Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

    DISCLAIMER:

    Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), yang memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.

    Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas, baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Namun, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.

    tanamduit Team

    tanamduit adalah aplikasi penyedia beragam produk investasi reksa dana, emas, Surat Berharga Negara (SBN) yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile