fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Breakfast News: 30 Mei 2024

tanamduit Breakfast News: 30 Mei 2024

oleh | Mei 30, 2024

tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi daripada bunga deposito.

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 30 Mei 2024:

market-update-30-mei-2024

IHSG Turun Hari Rabu (29/5)

Setelah naik 1,08% ke 7.253,63 pada hari Selasa (28/5), IHSG ditutup turun 113,40 poin atau minus 1,56% ke 7.140,23 pada penutupan perdagangan Rabu (29/5).

Penurunan ini terjadi merespons rilis berita hari Selasa (28/5) mengenai sentimen konsumen di AS yang menunjukkan penguatan.

Hal tersebut menyebabkan masih tingginya permintaan atau belanja di AS dan akan membuat inflasi tetap tinggi, jauh lebih tinggi dari target inflasi 2%. Oleh sebab itu, tipis harapan turunnya suku bunga di tahun 2024 ini.

Rilis berita sentimen konsumen ini juga membuat US Dollar Index naik ke 104,90. Di hari Rabu (29/5), kenaikan dari 104,60 di hari sebelumnya serta membuat yield US Treasury tenor 10 tahun juga naik dari 4,4 ke 4,5. Hal ini menandakan ketidakpastian meningkat sehingga investor mengurangi posisi portofolionya di saham.

Nilai transaksi tercatat sekitar Rp12,7 trilyun, dimana beberapa saham big caps berkontribusi besar terhadap turunnya IHSG, antara lain BREN -10,00%, BBRI -2,65%,   BMRI -2,52%,  GOTO -4,05%,   TLKM -1,75% dan BBCA -1,61%.

Spekulasi Turunnya Suku Bunga AS Melonggar, Harga Emas Turun

Emas turun mendekati USD2,350 per ounce pada hari Rabu (29/5). Hal ini karena investor terus mengurangi taruhan terhadap penurunan suku bunga Fed AS tahun 2024.

menyusul pernyataan baru-baru ini dari para pejabat US Fed, sambil menunggu laporan utama inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE).

Pada hari Selasa (28/5), Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari , dalam sebuah wawancara bahwa Fed, menyatakan harus menunda pemotongan suku bunga sampai inflasi turun secara signifikan. Bahkan, US Fed mungkin saja menaikkan suku bunga jika inflasi gagal turun lebih jauh.

Hal ini menyebabkan emas kurang daya tariknya (yang tidak memberikan return) dibanding instrumen surat utang yang memberikan kupon atau bunga serta saham yang memberikan dividen dan pertumbuhan pendapatan perusahaan yang membuat naiknya harga saham. (Trading Economics)

Rabu (29/5), Harga Surat Utang Negara (SUN) Melemah

Yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) naik 1 basis poin menjadi 6,89%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun naik sebesar 4 basis poin menjadi 6,94%.

Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar IDR17,4 triliun Rabu kemarin, lebih rendah dari hari sebelumnya Rp27,3 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp916,6 miliar.

Indikator global menunjukkan sentimen yang negatif, tergambar dari peningkatan yield US Treasury (UST). UST 5-tahun meningkat 7bp menjadi 4,63%, dan yield curve UST 10-tahun meningkat 7bp menjadi 4,61%.

Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia meningkat sebesar 1bp menjadi 72bp. Para pelaku pasar menanti data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang akan dirilis pada 31 Mei mendatang. (BNI Sekuritas)

Dow Turun Lebih Dari 400 Poin

Saham-saham AS ditutup melemah tajam pada hari Rabu (29/5). Hal ini karena kenaikan imbal hasil atau yield obligasi US Treasury terus memangkas selera risiko menyusul lelang obligasi yang mengecewakan.

S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,7% dan 0,6%, Dow Jones anjlok 400 poin. Investor khawatir terhadap lonjakan imbal hasil obligasi AS setelah lelang utang pemerintah gagal.

Hal ini juga mencerminkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama setelah rilis kepercayaan konsumen AS meningkat secara tak terduga di bulan Mei.

Sebaliknya, Nvidia memperpanjang relinya dengan kenaikan 0,8%, dan lonjakan kumulatif pasca-pendapatan hampir 20%.

Ulasan

  • Rilis sentimen konsumen AS yang terakhir memberikan gambaran bahwa ekonomi AS masih kuat. Beberapa pejabat US Fed menyatakan bahwa suku bunga US masih akan tetap tinggi (higher for longer) selama inflasi masih belum turun ke level 2%.
  • Hal ini membuat kapan turunnya suku bunga US belum dapat dipastikan.
  • BI Rate yang baru saja dipertahankan di level 6,25% dapat dipastikan baru akan turun jika US Fed Fund Rate sudah turun.

    Rekomendasi

    • Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk overweight/memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang.
    • Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
    • Pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham untuk jangka panjang, karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
    • Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.

    Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

    DISCLAIMER:

    Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), yang memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.

    Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas, baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Namun, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.

    tanamduit Team

    tanamduit adalah aplikasi penyedia beragam produk investasi reksa dana, emas, Surat Berharga Negara (SBN) yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile