tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri ST012, investasi syariah yang 100% AMAN dijamin negara!
Masa penawaran ST012 berlangsung pada 26 April-29 Mei 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:
- ST012-T2 tenor 2 tahun kupon 6,40% per tahun
- ST012-T4 tenor 4 tahun kupon 6,55% per tahun
Imbal hasil (kupon) ST012 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli ST012 di tanamduit bonus saldo reksadana!
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 27 Mei 2024:
Walaupun Naik di Hari Rabu (22/5), Sepanjang Minggu Lalu, (20-22 Mei), IHSG Turun!
Minggu lalu, perdagangan efek saham dan obligasi berlangsung hanya 3 hari (Senin-Rabu). Hal ini karena Kamis dan Jumat perdagangan efek tutup karena libur hari raya Waisyak dan cuti bersama.
Rabu (22/5), IHSG ditutup naik 36,34 poin atau 0,51%. Namun, sepanjang minggu lalu, IHSG turun sekitar 1,30%.
Kenaikan di hari Rabu adalah reaksi positif atas rilis berita hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang tidak mengubah BI Rate yang saat ini 6,25%.
Kekhawatiran investor terhadap kemungkinan BI masih menaikkan suku bunga untuk menahan pelemahan Rupiah terhadap USD ternyata tidak terjadi.
Namun, harga Rupiah kembali melemah sedikit ke level Rp16.000-an. Pelemahan ini dianggap wajar karena indikator ekonomi lainnya tetap baik.
Hal tersebut didukung oleh neraca perdagangan (ekspor-impor) yang masih terus surplus, inflasi tahunan 3% yang masih dalam target Bank Indonesia, PMI Index yang masih di atas 50.
BI Rate Akan Turun Jika US Fed Fund Rate Turun Terlebih Dahulu
Ekonom Bahana TCW Investment Management menyampaikan bahwa BI rate yang baru saja naik 0,25% ke 6,25%. Tujuannya untuk mempertahankan nilai Rupiah supaya tidak melemah lebih lanjut.
Selain itu, Hal ini juga untuk membuat interest differential (selisih bunga) Rupiah dan US lebih wajar di sekitar 0,75%-1,00%.
BI Rate akan turun jika US Fed Fund Rate mulai turun. Perkirakan akan terjadi di Q4-2024 dengan pertimbangan bahwa angka pengangguran AS terus meningkat ke level 4% dan inflasi turun ke level 2%.
Modal Asing Masuk Kembali ke Indonesia
Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, menyampaikan bahwa modal asing mulai mengalir deras ke instrumen investasi portofolio di Indonesia, khususnya ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Dari nilai SRBI yang dipasarkan hingga 21 Mei 2024 sebesar Rp 508,41 triliun, senilai Rp 142,9 triliun, atau setara 28,11% dari total outstanding atau total pembelian SRBI berasal dari investor asing.
Yield Surat Utang Negara Tenor 10 Tahun Stabil di Bawah 7%
Yield SUN sempat naik ke level 7%, di awal minggu ke-4 bulan April, paska libur Panjang Idul Fitri. Hal ini karena pelemahan Rupiah yang signifikan dari Rp15.800 ke 16.200 per USD.
Yield Surat Utang Negara Tenor 10 Tahun kembali stabil selama 2 minggu terakhir. Melansir data dari PHEI, yield SUN 10 Tahun hari Rabu (22/5) ditutup di angka 6,8787.
Nasdaq Ditutup pada Rekor Tertinggi Hari Jumat Lalu
S&P 500 rebound menjelang long weekend, naik 0,7% di hari Jumat (24/5). Nasdaq Composite, ditutup dengan rekor baru, didorong oleh reli saham AI.
Sementara itu, Dow Jones ditutup flat hanya naik 0,01%. Saham Nvidia mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar $1064, naik 2,4%. Kenaikan tersebut menyusul lonjakan 9,3% di hari sebelumnya, menambah lebih dari $218 miliar pada nilai pasarnya.
Perusahaan AI ini menghasilkan hasil kuartalan yang optimis pada hari Rabu (22/5) yang memperkuat kepercayaan investor terhadap taruhan Big Tech pada Artificial Intelligence.
Selain Nvidia, saham-saham megacap seperti Apple, Alphabet dan Meta menguat antara 0,9% dan 2,6%.
Ulasan
- Walaupun inflasi tahunan bulan April di AS menunjukkan penurunan dari 3,5% ke 3,4% dan inflasi bulanan turun dari 0,4% ke 0,3%, ekonomi AS masih tetap kuat dan penurunan inflasi tahunan menuju 2% masih belum dapat dipastikan kapan saatnya.
- Waktuapan turunnya suku bunga US belum dapat dipastikan oleh pejabat-pejabat US Federal Reserve yang memberikan pernyataan yang sangat berhati-hati dan tidak memberikan celah kepastian kapan suku bunga akan turun.
- BI Rate yang baru saja dipertahankan di level 6,25% akan turun jika US Fed Fund Rate sudah turun.
Rekomendasi:
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk overweight/memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham untuk jangka panjang, karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), yang memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas, baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Namun, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.


