tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 22 Juli 2024:
Senin (23/7), IHSG Naik Kembali Hari Senin Kemarin
IHSG naik 27,48 poin atau 0,38% ke 7.321,98 dan kembali melampaui angka 7.300 hari Senin (23/7), dengan nilai transaksi sekitar Rp8,45 trilyun dan investor asing melakukan net buy tipis sekitar Rp11,5 triliun.
Keyakinan yang kuat bahwa suku bunga USD akan turun di bulan September mendatang dan masuknya kembali aliran investasi asing ke pasar menjadi faktor yang membuat IHSG naik dalam 3 minggu terakhir ini.
Harga Surat Utang Negara Melemah (Yield Naik) Hari Senin (23/7)
Senin kemarin yield atau imbal hasil SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) naik sebesar 4 basis poin menjadi 6,87%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0100) naik sebesar 3 basis poin menjadi 6,97%.
Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan level yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) naik sebesar 5 basis poin menjadi 7,00%.
Nilai transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp11,2 triliun kemarin, lebih rendah dari hari Jumat (19/7) sebesar Rp15,2 triliun.
Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp2,4 triliun. (BNI Sekuritas)
Harga Emas Stabil di USD2.400 Hari Senin Kemarin
Harga emas sempat naik ke USD2.460 hari Selasa minggu yang lalu namun kembali tertekan ke USD2.400 hari Jumat (19/7) karena nilai USD yang menguat karena pertumbuhan manufaktur bulan Juli yang lebih kuat dari perkiraan. (Trading Economics)
Kebijakan Trump 2.0 Lebih Bersifat Inflasi
Kandidat Partai Republik Donald Trump memperluas keunggulannya dalam pemilihan presiden tahun 2024 setelah pencalonannya secara resmi dalam Konvensi Nasional Partai Republik pekan lalu, menurut jajak pendapat HarrisX/Forbes.
Berdasarkan survei tanggal 19-21 Juli, Trump unggul atas Biden dan Harris dengan selisih enam poin persentase – 54% berbanding 47%, meningkatkan keunggulannya sebesar dua poin sejak jajak pendapat pada tanggal 13-15 Juli.
Kebijakan-kebijakan Donald Trump yang diharapkan kemungkinan besar akan lebih bersifat inflasi. Seperti yang ditunjukkan oleh jajak pendapat, ia akan mendapatkan kesempatan lagi untuk menduduki Gedung Putih.
Trump 2.0 akan menjadi rezim kebijakan yang lebih bersifat inflasi, mengingat pembatasan imigrasi, tarif yang lebih tinggi, dan perpanjangan Undang-Undang Pemotongan Pajak, dan Ketenagakerjaan tahun 2025 dan akan membuat imbal hasil atau yield US Treasury dan US Dollar Index lebih tinggi.
Yield US Treasury 10 Tahun Bertahan di 4,2% Senin Kemarin
Imbal hasil atau yield obligasi US Treasury 10-tahun relative stabil di 4,22% pada hari Senin setelah Presiden Joe Biden mengundurkan diri dari pencalonan Presiden dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon dari Partai Demokrat.
Reaksi pasar masih lemah sejauh ini karena mantan Presiden Donald Trump tetap difavoritkan untuk menang pada bulan November.
Selain itu, menurunnya inflasi memperkuat spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve pada bulan September. Investor sekarang menantikan lebih banyak data ekonomi AS minggu ini termasuk PDB kuartal kedua, Purchasing Managers’ Index (PMI) awal, dan laporan inflasi indeks harga Personal Consumption Expenditure (PCE). Imbal hasil obligasi Treasury 2 tahun juga turun menjadi 4,52%.
Ulasan
- Kemungkinan diturunkannya suku bunga USD oleh US Fed di bulan September mendatang semakin besar. Hal ini karena data-data ekonomi AS menunjukkan pelemahan, antara lain inflasi bulan Juni turun ke 3% dari bulan sebelumnya 3,3% dan melemahnya lapangan pekerjaan, sehingga membuat US Dollar Index turun ke level 104.
- IHSG sangat berpotensi untuk naik minimal 5% lebih tinggi dibandingkan dengan posisi IHSG akhir tahun 2023 atau ke level 7.600 di akhir tahun 2024.
- Pengunduran diri Joe Biden mengikuti kontestasi sebagai calon Presiden di tahun 2024 akan membuat situasi politik AS dan juga situasi politik dunia untuk sementara menjadi tidak stabil dan akan ada dampaknya pada pasar keuangan dan komoditas. Pasar akan bersikap wait and see melihat perkembangan politik di AS.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Aksi tersebut bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk tetap berinvestasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return lebih tinggi dari bunga deposito.
- Untuk jangka menengah dan panjang, pertimbangkan untuk mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham. Hal ini karena menguatnya kemungkinan turunnya suku bunga US di bulan September mendatang dan mendorong investor global untuk mengalokasikan investasinya ke emerging countries, termasuk ke Indonesia, dan ini akan mendorong naiknya harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia.
- Harga emas masih volatile. Dalam jangka menengah dan jangka panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.
PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.


