tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!
Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:
- SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
- SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun
Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 1 Juli 2024:
IHSG Melanjutkan Kenaikan Hari Senin Kemarin
Senin (1/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,08% ke posisi 7.139,63 dengan nilai transaksi sekitar Rp14 triliun, naik 4 hari berturut-turut sejak hari Rabu (26/6).
Saham-saham grup Salim dan Prajogo Pangestu menjadi penopang kenaikan IHSG, AMMN +4,77%, BRPT +14,14%, BREN +3,47%, CUAN +10,57%, selain itu ASII naik 3,59%.
IHSG kembali bergairah meski data ekonomi yang dirilis di dalam negeri pada hari ini cenderung kurang menggembirakan.
S&P Global melaporkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada bulan lalu terpantau turun ke angka 50,7, dari sebelumnya pada Mei lalu di angka 52,1.
Meski menurun, PMI manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansif, (PMI di <50 ekonomi ekspansif, PMI <50 ekonomi kontraktif atau melemah).
Selain data manufaktur dari dalam negeri, ada data inflasi periode Juni 2024 yang telah dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dimana inflasi tahunan bulan Mei tercatat 2,51%, turun dari inflasi bulan April 2,84%. (CNBC Indonesia)
Masuknya dana investor asing membuat likuiditas perdagangan bertambah dan mendorong naiknya harga-harga saham.
Harga Surat Utang Negara Melemah Hari Senin Kemarin
Senin (1/7), yield SUN Benchmark 5-tahun turun 1 basis poin menjadi 6,92%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun naik sebesar 3 bp menjadi 7,06%.
Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan level yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) naik sebesar 1 basis poin menjadi 7,08%.
Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp9,0 triliun, lebih rendah dari hari Jumat sebesar Rp20,7 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp1,3 triliun. (BNI Sekuritas)
Harga Emas Dunia Flat hari Senin Kemarin
Harga emas bertahan di kisaran USD2.325 per ounce pada hari Senin kemarin karena investor terus mencermati data inflasi AS baru-baru ini.
Jumat (28/6), ukuran inflasi dasar yang dipilih oleh Federal Reserve melambat ke tingkat tahunan terendah sejak tahun 2021.
Kabar ini meningkatkan harapan bahwa harga barang dan jasa akan melemah dan selaras dengan kecepatan target penurunan inflasi sehingga mendukung ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral pada tahun ini.
Selain di AS, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah di negara lain juga mendukung harga emas batangan, dengan antisipasi penurunan suku bunga oleh Bank of England setelah pemilu di Inggris, dan penurunan suku bunga yang juga diharapkan terjadi oleh bank sentral China, People Bank of China, untuk mendukung upaya stimulus ekonomi.
Perhatian investor kini akan terfokus pada laporan payrolls AS dan risalah Federal Open Market Committee Meeting (FOMC) meeting di AS yang akan dirilis minggu ini yang diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai waktu penurunan suku bunga The Fed. (Trading Economics)
US Dollar Index Melemah Hari Senin Kemarin
DXY atau US Dollar Index melemah hari Senin kemarin setelah dirilisnya PMI index bulan Juni yang menunjukkan penurunan yang lebih dalam dari perkiraan, dan menjadi penurunan 3 bulan berturut-turut.
Para investor global sekarang menunggu beberapa data key indicators, antara lain Job Opening and Labor Turnover (JOLT) survey serta risalah rapat FOMC Meeting terakhir minggu ke 4 Juni yang lalu yang akan memberikan gambaran kemana arah suku bunga USD.
USD melemah terhadap “hard currencies” GBP dan EUR tetapi tetap menguat terhadap JPY. (Sementara Rupiah mengalami penguatan hari Senin kemarin). (Trading Economics)
Harga Minyak Dunia Naik 2% ke Level Tertinggi Dua Bulan Terakhir
Harga minyak naik sekitar 2% ke level tertinggi dalam dua bulan pada hari Senin di tengah harapan meningkatnya permintaan selama musim panas di belahan bumi utara dan kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat menyebar dan mengurangi pasokan minyak global.
Brent berjangka naik USD1,60, atau 1,9%, menjadi US86,60 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD1,84, atau 2,3%, menjadi USD83,38. (Reuters)
Ulasan
- Turunnya PMI Index mengiringi turunnya inflasi (Personal Consumption Expenditure (PCE AS) sehingga memperkuat harapan segera turunnya suku bunga USD di bulan September mendatang.
- Menjelang kepastian penurunan suku bunga US pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile, namun dengan dengan tingkat volatilitas yang menurun dan harga-harga saham cenderung akan naik kembali sampai akhir tahun 2024.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China, dengan tujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
- Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
- Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.
PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.


