fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Breakfast News: 19 Juni 2024

tanamduit Breakfast News: 19 Juni 2024

oleh | Jun 19, 2024

tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!

Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:

  • SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
  • SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun

Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 19 Juni 2024:

market update 19 juni 2024

IHSG Masih Tertekan Turun Hari Jumah (13/6) Kemarin

Jumat (14/6) lalu adalah hari ke 4 berturut-turut IHSG mengalami penurunan. Di hari Jumat, IHSG turun 96,73 poin atau -1,42% ke 6.734,83. Dalam 4 hari berturut-turut, sejak Senin (10/6), IHSG turun dari 6.921,55 atau -2,70%.

Penurunan terjadi karena kelanjutan dari masih bertahan tingginya suku bunga US yang merupakan keputusan Federal Reserve minggu yang lalu yang membuat US Dollar Index menguat dari 104,7 ke 105,5.

Hal ini juga berimbas melemahnya Rupiah sekitar 1% sepanjang minggu yang lalu. Faktor lain yang membuat IHSG semakin tertekan adalah diturunkannya (underweight) alokasi investasi saham Indonesia oleh Morgan Stanley.

Morgan Stanley menurunkan peringkat saham Indonesia karena alasan pelemahan Rupiah dan potensi memburuknya kebijakan fiskal Indonesia di awal pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang akan meningkatkan defisit neraca APBN untuk membiayai program makan siang gratis.

Bursa tutup pada hari Senin dan Selasa lalu sehubungan dengan Hari Raya Idul Adha dan akan aktif kembali hari Rabu (19/6).

Rupiah Tertekan Minggu Yang Lalu

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari Jumat lalu sempat menembus Rp 16.400/USD. Hal ini seiring dengan pelemahan rupiah yang telah berlangsung sejak awal tahun di tengah ketidakpastian kondisi global.

Pada penutupan perdagangan Jumat (14/6), dolar AS mengalami penguatan yang tajam dan sempat mencapai level Rp16.400 sebelum akhirnya ditutup melemah 0,80% pada posisi Rp16.395.

Mengutip data Refinitiv, sekitar setengah jam sebelum pasar tutup, dolar AS yang dibuka di level Rp16.375 sempat diperdagangkan di posisi Rp 16.415, sebelum intervensi Bank Indonesia (BI) berhasil membawa rupiah kembali ke bawah Rp16.400. (CNBC Indonesia, 16 Juni 2024)

Rupiah melemah sekitar 1,25% sepanjang minggu lalu (10-14 Juni 2024).

Bank Sentral Diperkirakan Akan Meningkatkan Kepemilikan Emas

Bank-bank sentral di seluruh dunia diperkirakan akan meningkatkan kepemilikan emas mereka dalam beberapa bulan mendatang, sebuah langkah yang berpotensi meningkatkan harga.

Survei tahunan World Gold Council, yang menyurvei 70 gubernur bank sentral, menyimpulkan bahwa 29% dari mereka berencana meningkatkan cadangan emas mereka dalam 12 bulan ke depan.Itu merupakan level tertinggi sejak survei tahunan dimulai pada tahun 2018.

Tahun 2023 lalu, bank sentral menambah jumlah emas tertinggi kedua yaitu 1.037 ton. Pada tahun 2022, rekor pembelian emas oleh bank sentral mencapai 1.082 ton.

World Gold Council mengatakan, rencana pembelian antar bank sentral disebabkan oleh kekhawatiran terhadap ketidakstabilan geopolitik dan inflasi yang terus berlanjut.

Awal tahun 2024 ini, harga emas mencapai rekor USD2,439.98 AS per ounce. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh pembelian bank sentral. Namun saat ini diperdagangkan pada USD2,331.50 AS per ounce. (Investing, 18 Juni 2024)

Yield US Treasury 10-Tahun Mendekati Level Terendah 7-Minggu Terakhir

Yield atau Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun menjadi 4,22% hari Selasa kemarin, mendekati level terendah sejak akhir Maret, menyusul keberhasilan lelang obligasi pemerintah AS bertenor 20 tahun senilai USD13 miliar.

Selain itu, penjualan ritel naik lebih rendah dari perkiraan pada bulan Mei dan bulan-bulan sebelumnya sehingga direvisi turun.

Hal ini diperkirakan akan membuat inflasi ikut turun dan selanjutnya memperkuat spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini.

Lebih dari separuh pasar mengantisipasi penurunan suku bunga Fed pada bulan September. (Trading Economics, 19 Juni 2024)

Ulasan

  • Inflasi AS di bulan Juni melandai ke 3,3% dari 3,4% di bulan April. Angka ini masih di atas target US Fed (2%).
  • US Fed pada hari Rabu, 12 Juni, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga AS. Mereka juga menyatakan hanya akan ada satu kali penurunan suku bunga tahun 2024.
  • Suku bunga yang masih tinggi ini masih akan membuat pasar saham dan obligasi volatile hingga akhir tahun 2024.
  • Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Pembelian emas ini bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global, berlanjutnya trade war, serta ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.

Rekomendasi:

  • Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
  • Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
  • Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
  • Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
  • Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
  • Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
  • Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.

Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

DISCLAIMER:

Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.

Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy, namun PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.

tanamduit Team

tanamduit adalah aplikasi penyedia beragam produk investasi reksa dana, emas, Surat Berharga Negara (SBN) yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

banner-download-mobile