fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Breakfast News: 16 Juli 2024

tanamduit Breakfast News: 16 Juli 2024

oleh | Jul 16, 2024

tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 15 Juli 2024:

Market update 16 juli 2024

IHSG Terkoreksi Hari Senin Kemarin Setelah Kenaikan Sepanjang Minggu Lalu

IHSG Mengalami penurunan hari Senin kemarin sebanyak 48,72 poin atau -0,66% ke 7.278,86 dengan nilai transaksi sekitar Rp9,1 triliun.

Investor asing tercatat melakukan net buy senilai Rp117,9 miliar, namun sejak awal tahun ini investor asing melakukan net sell senilai Rp3,41 triliun. (sumber idx.co.id)

Investor melakukan profit taking setelah IHSG naik lebih dari 2 minggu dengan diantaranya terjadi penurunan tipis.

Penurunan IHSG diiringi oleh penurunan indeks lainnya seperti LQ45 -0,85%, SRI Kehati  -0,64%, IDX30 – 0,82%, dan ISSI -0,30%. Saham BREN memimpin penurunan IHSG -4,23%, BYAN -2,04%. Saham-saham bank besar BBRI juga menurun -1,63%, BMRI, – 1,17% dan BRIS -1,20%.

Harga Emas Naik Hari Senin Kemarin

Harga emas dunia naik moderat dari USD2.420 ke USD 2.427 per ounce pada hari Senin, setelah Ketua Fed Jerome Powell mengindikasikan bahwa bank sentral tidak perlu menunggu inflasi mencapai 2% sebelum memangkas suku bunga.

Dia mengutip data inflasi positif baru-baru ini yang menunjukkan bahwa tekanan harga mulai mereda dan menekankan perlunya tanda-tanda yang lebih kuat mengenai pergerakan berkelanjutan menuju target 2%, daripada menunggu sampai target tersebut benar-benar mencapai angka tersebut. (Trading Economics)

Hari Senin Kemarin Yield US Treasury Tenor 10 Tahun dan US Dollar Index Naik

Upaya pembunuhan Donald Trump yang telah menaikkan peluangnya untuk menjadi Presiden AS periode 2024-2028.

Peristiwa ini membuat Imbal hasil atau yield obligasi US Treasury 10-tahun naik di atas 4,23% pada hari Senin kemarin, rebound dari posisi di bawah 4,2%.

Kebijakannya dipandang bersifat inflasi terutama kebijakan pemotongan pajak yang membuat uang beredar menjadi lebih banyak dan meningkatkan belanja masyarakat, kebijakan imigrasi yang lebih ketat, dan tarif impor yang lebih tinggi sehingga membuat harga barang impor menjadi lebih tinggi.

Upaya pembunuhan ini membuat ketegangan politik meningkat sehingga membuat US Dollar Index naik dari 104 mendekati level 104,3. (Trading Economics)

Pernyataan Jerome Powell, Chairman US Fed, Memperkuat Sinyal Dovish

Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan pada hari Senin kemarin bahwa data inflasi baru-baru ini telah meningkatkan kepercayaan The Fed dalam menurunkan inflasi, menunjukkan bahwa bank sentral semakin dekat dengan penurunan suku bunga.

Dia juga mengatakan bahwa  The Fed tidak akan akan menunggu sampai inflasi turun mencapai target 2% sebelum memangkas suku bunga karena menunggu terlalu lama untuk menurunkan suku bunga dapat melemahkan ekspansi ekonomi.

Dengan pernyataan ini pasar menilai bahwa penurunan suku bunga US akan dimulai pada bulan September 2024 dan membuka peluang terjadinya 3 kali penurunan suku bunga di tahun 2024 ini. (Investing)

Saham Wall Street – Indeks Dow Jones Ditutup Pada Rekor Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq masing-masing bertambah 0,3% dan 0,4%, pada hari Senin kemarin, sementara Dow Jones bertambah 210 poin atau 0,53% ke 40.211,72 dan menjadi rekor tertinggi yang baru (all time high).

Pasar bereaksi positif atas gagalnya upaya pembunuhan Donald Trump hari Sabtu (13/7) meningkatkan elektabilitasnya untuk menjadi Presiden AS periode berikutnya.

Hal ini dinilai melonggarkan pajak dan meningkatkan likuiditas pasar dan pasar juga bereaksi positif terhadap pernyataan Powell yang memberi sinyal suku bunga USD akan segera turun tanpa harus menunggu inflasi turun mencapai target 2%. (Reuters)

Ulasan

  • Kemungkinan diturunkannya suku bunga USD oleh US Fed di bulan September mendatang semakin besar. Hal ini karena data-data ekonomi AS menunjukkan pelemahan, antara lain inflasi bulan Juni turun ke 3% dari bulan sebelumnya 3,3% danmelemahnya lapangan pekerjaan, sehingga membuat US Dollar Index turun ke level 104.
  • IHSG sangat berpotensi untuk naik minimal 5% lebih tinggi dibandingkan dengan posisi IHSG akhir tahun 2023 atau ke level 7.600 di akhir tahun 2024.
  • Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Aksi tersebut bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
  • Kemungkinan diturunkannya suku bunga USD oleh US Fed di bulan September mendatang semakin besar karena data-data ekonomi AS menunjukkan pelemahan, antara lain inflasi bulan Juni turun ke 3% dari bulan sebelumnya 3,3% dan melemahnya lapangan pekerjaan, sehingga membuat US Dollar Index turun ke level 104.
  • IHSG sangat berpotensi untuk naik minimal 5% lebih tinggi dibandingkan dengan posisi IHSG akhir tahun 2023 atau ke level 7.600 di akhir tahun 2024.
  • Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China, dengan tujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.

Rekomendasi

  • Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk tetap berinvestasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return lebih tinggi dari bunga deposito.
  • Untuk jangka menengah dan panjang,  pertimbangkan untuk mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham. Hal ini karena menguatnya kemungkinan turunnya suku bunga US di bulan September mendatang dan mendorong investor global untuk mengalokasikan investasinya ke emerging countries, termasuk ke Indonesia, dan ini akan mendorong naiknya harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia.
  • Harga emas masih volatile. Dalam jangka menengah dan jangka panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
  • Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
  • Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
  • Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.

Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

DISCLAIMER:

Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.

PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.

tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 11 Juli 2024:

Market update 12 juli 2024

IHSG Naik ke Level 7.300 Kamis (11/7)

Kamis (11/7), IHSG melanjutkan penguatannya, naik 13,36 poin atau 0,18% ke 7.300,41 dengan nilai transaksi sekitar Rp9,6 triliun. Kenaikan IHSG masih berkaitan optimisme pasar akan penurunan suku bunga US oleh US Federal Reserve.

Kenaikan ini terjadi setelah  pidato Jerome Powell, Chairman dari US Fed, di hadapan Senat AS hari Rabu (10/7) menyampaikan bahwa inflasi sudah melandai walaupun belum sampai pada target 2% tetapi ada kekhawatiran jika suku bunga ditahan terlalu lama dapat membahayakan pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan ini menguatkan ekspektasi pasar bahwa suku bunga akan segera turun di bulan September yang akan datang. Ini juga menjadi sentimen positif pagi pasar saham dan obligasi Indonesia karena penurunan suku bunga US akan diikuti oleh Bank Indonesia dengan menurunkan bunga acuan BI Rate yang saat ini bertengger di 6,25%.

Kenaikan IHSG hari Kamis kemarin di dominasi oleh saham AMMN yang naik 2,64%, BBNI +1,04% dan BRIS 1,62%. (CNBC Indonesia)

Harga Surat Utang Negara Naik Moderat

Kamis (11/7), Yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) turun sebesar 3 basis poin menjadi 6,86%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0100) turun sebesar 5 basis poin ke level 6,98%. Turunnya yield obligasi mencerminkan kenaikan harga obligasi.

Nilai transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp13,0 triliun kemarin, lebih tinggi hari sebelumnya Rp10,7 triliun. Sementara itu, nilai transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp1,0 triliun. (BNI Sekuritas)

Rupiah Meneruskan Penguatan Hari Kamis Kemarin

Mengutip data Bloomberg, Rupiah ditutup menguat 46 poin atau 0,28% ke level Rp16.194,5 per dolar AS pada Kamis (11/7) Adapun indeks dolar AS melemah sebesar 0,12% ke posisi 104,92 di hari sebelumnya.

Penguatan Rupiah beriringan dengan penguatan mata uang Asia lainnya, Yen Jepang menguat 0,06%, Won Korea +0,30%, Yuan China +0,07%, Ringgit Malaysia dan Baht Thailand +0,20% dan +0,26%. (Bisnis)

Harga Emas Melonjak Naik

Harga emas dunia melonjak naik ke USD2,410 per ounce pada hari Kamis (11/7). Kenaikan ini terjadi karena sebagai reaksi atas  data baru menunjukkan bahwa inflasi umum di AS melambat lebih dari yang diperkirakan ke level terendah dalam satu tahun sebesar 3% di bulan Juni.

Data ini meningkatkan harapan pasar bahwa suku bunga US akan segera turun di bulan September mendatang, sehingga investor akan mengalokasikan sebagian investasinya ke emas. (Trading Economics)

Yield US Treasury 10 Tahun Turun Moderat

Imbal hasil (yield) obligasi US Treasury bertenor 10-tahun merosot 10bps ke angka 4,20% pada hari Kamis (11/7). Penurunan in iterjadi setelah rilis data inflasi tahunan AS di bulan Juni 3,0% yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar 3,1% dan juga dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Data tersebut mendukung spekulasi pasar bahwa pelemahan inflasi akan berlanjut di bulan berikutnya didukung oleh data-data lainnya, seperti menurunnya lapangan pekerjaan dan personal consumption expenditure, dan pasar bersiap untuk penurunan suku bunga Fed pada bulan September. (Trading Economics)

S&P500, Nasdaq Mundur Dari Rekor Karena Membebani Megacaps

Sebagian besar saham AS berakhir lebih rendah pada hari Kamis (11/7). Hal ini didorong oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham megacap karena investor menilai dampak potensi suku bunga yang lebih rendah pada sektor korporasi. S&P500 turun 0,8%, Nasdaq turun 1,9%, dan Dow Jones bertambah 32 poin.

Data terakhir yang menunjukkan inflasi melemah ke 3% di bawah ekspektasi pasar yang 3,1% meningkatkan ekspektasi suku bunga US akan segera turun di bulan September mendatang.

Hal ini membuat  pasar semakin optimis terhadap perbaikan kondisi kredit sehingga pasar lebih memilih sektor tradisional atau obligasi dan menjual posisi saham teknologi AI di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa pendapatan atau revenue mereka (emiten teknologi) akan menurun.

Nvidia turun 5,6%, Microsoft dan Apple masing-masing turun lebih dari 2%, Tesla turun 8.4% dan Meta turun 4.1%. (Trading Economics)

Ulasan

  • Data inflasi AS bulan Juni turun ke 3% dibanding bulan sebelumnya 3,3% dan di bawah ekspektasi pasar 3,1%. Hal ini semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa suku bunga US akan segera turun di bulan September mendatang.
  • Investor global akan mengurangi investasi mereka di AS dan mengalokasikannya ke negara-negara lain termasuk ke Indonesia.
  • IHSG sangat berpotensi untuk naik minimal 5% lebih tinggi dibandingkan dengan posisi IHSG akhir tahun 2023 atau ke level 7.600 di akhir tahun 2024.
  • Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China, dengan tujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.

Rekomendasi

  • Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk tetap berinvestasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return lebih tinggi dari bunga deposito.
  • Untuk jangka menengah dan panjang,  pertimbangkan untuk mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham. Hal ini karena menguatnya kemungkinan turunnya suku bunga US di bulan September mendatang dan mendorong investor global untuk mengalokasikan investasinya ke emerging countries, termasuk ke Indonesia, dan ini akan mendorong naiknya harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia.
  • Harga emas masih volatile. Dalam jangka menengah dan jangka panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
  • Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
  • Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
  • Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.

Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

DISCLAIMER:

Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.

PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.

tanamduit Team

tanamduit adalah aplikasi penyedia beragam produk investasi reksa dana, emas, Surat Berharga Negara (SBN) yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

banner-download-mobile