tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi daripada bunga deposito.
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 10 Juni 2024:
Investor Asing Net Sell Saham dan Surat Utang Negara Sejak Awal Tahun 2024
Selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen s.d. 6 Juni 2024, tercatat beli neto sebesar Rp52,94 triliun. Nonresiden tercatat jual neto Rp36,02 triliun di pasar SBN, jual neto Rp8,01 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp101,34 triliun di SRBI. (Bank Indonesia)
IHSG Kembali Turun Hari Jumat (7/6)
IHSG terpangkas 76,94 poin atau turun 1,10% ke level 6.897,95 pada penutupan perdagangan Jumat (7/6). Dalam sepekan IHSG, tercatat melemah 1,04% dan semakin dalam meninggalkan level 7.000.
Nilai transaksi tercatat Rp 8,45 triliun dan investor asing mencatat net sell sekitar Rp893 miliar di seluruh pasar. Akumulasi net sell asing selama sepekan mencapai Rp 1,51 triliun.
Saham BREN yang dalam pengawasan khusus oleh BEI sehingga diterapkan mekanisme FCA (Full Call Auction) kembali turun sangat signifikan -9,70%.
Mekanisme FCA ini sangat dikeluhkan oleh pelaku pasar karena transaksinya dilakukan secara tertutup dan tidak transparan yang dapat dipantau melalui screen perdagangan DEI.
Selain itu, beberapa saham big caps juga turun, yaitu AMMN -4,32%, BBRI -3,33%, dan BBCA -1,58%.
Net sell investor asing terjadi karena mencermati defisitnya current account Indonesia yang dikhawatirkan dapat mengganggu APBN.
Sesungguhnya fundamental ekonomi Indonesia dalam keadaan baik, inflasi terjaga di target Bank Indonesia, ekspor dan impor masih surplus selama 33 bulan berturut-turut, cadangan devisa sekitar USD139 miliar, PMI Index masih di atas 50, yield obligasi SUN masih menarik di sekitar 6,9%.
Imbal hasil atau yield US Treasury 10 tahun melonjak lebih dari 12bps menjadi 4,42% pada hari Jumat yang lalu, rebound tajam dari level terendah dua bulan di 4,27% di hari sebelumnya karena kuatnya data laporan pekerjaan sehingga menjadi referensi menjadi pandangan hawkish (tingkat bunga tinggi) untu US Federal Reserve.
Lapangan kerja baru menunjukkan kenaikan dan melonjak di atas ekspektasi pasar sehingga menegaskan ketahanan pasar tenaga kerja AS.
Hasil tersebut menipiskan kemungkinan penurunan suku bunga yang lebih cepat oleh Federal Reserve tahun ini. (Trading Economics)
Harga Emas Turun Hari Jumat Yang Lalu
Harga emas pada Jumat (7/6) tergelincir setelah rilis data tenaga kerja AS yang memberikan sinyal The Fed akan menahan suku bunga acuan lebih lama.
Pada penutupan perdagangan, harga emas spot dunia terkoreksi 3,46% menjadi US$2.293,78 per ounce. Departemen Tenaga Kerja memberikan sinyal bahwa kondisi perekonomian terlalu panas bagi bank sentral untuk melawan inflasi, sehingga memperkuat narasi untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Laporan ketenagakerjaan bulan Mei yang sangat dinanti memperkuat gagasan bahwa penurunan suku bunga dari tingkat tertinggi dalam dua dekade kemungkinan tidak akan terjadi hingga musim gugur. (Bisnis)
Ulasan
- Data terakhir lapangan pekerjaan di AS yang masih kuat menjadi kabar buruk bagi investor yang mengharapkan turunnya suku bunga yang berpengaruh terhadap suku bunga negara-negara selain AS.
- Walaupun BI Rate dinaikkan 0,25% ke 6,25% namun yield Surat Utang Negara tidak terdorong naik namun investor asing melakukan penjualan yang masif sejak awal tahun 2024.
- Keberlanjutan implementasi FCA di Bursa Efek Indonesia perlu dicermati karena dapat mengurangi minat minat investor baik investor dalam negeri maupun investor luar negeri.
Rekomendasi
- Dengan pertimbangan bahwa penerapan FCA dapat segera diperbaiki dan pertimbangan berlanjutnya pelemahan ekonomi AS yang akan membuat US Fed segera menurunkan suku bunga maka sekarang investor dapat mempertimbangkan untuk menambah investasinya di reksa dana berbasis saham dan obligasi, yaitu reksa dana saham, indeks saham, campuran dan reksa dana pendapatan tetap untuk jangka waktu investasi lebih dari 1 tahun.
- Untuk investasi kurang dari 1 tahun, disarankan memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral melakukan pembelian emas secara massive dalam setahun terakhir ini untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan Panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham untuk jangka panjang, karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), yang memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas, baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Namun, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.


