fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Breakfast News: 10 Juli 2024

tanamduit Breakfast News: 10 Juli 2024

oleh | Jul 10, 2024

tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 9 Juli 2024:

Market update 10 juli 2024

Pasar Surat Utang Tertekan Lagi, Lelang SUN Sepi Peminat

Pasar surat utang RI kembali tertekan di tengah sentimen pasar global yang cenderung wait and see jelang pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell di hadapan senat AS, Selasa (9/7) pagi waktu setempat atau Selasa malam WIB.

Tekanan di pasar terlihat dari pergerakan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10Y yang naik 3 bps ke level 7,061% Selasa (9/7).

Selain itu, lelang Surat Utang Negara yang dberangsung Selasa kemarin juga mencatat penurunan penawaran dari investor dengan incoming bids hanya sebesar Rp48,35 triliun, turun 14% dibanding lelang SUN sebelumnya.

Di samping pengaruh sentimen global, pasar surat utang domestik juga tertekan isu fiskal. Indonesia mencatat kenaikan defisit APBN pada Juni sebesar Rp77,3 triliun.

Tahun ini, defisit APBN juga diperkirakan naik ke 2,7%, melonjak dari perkiraan sebelumnya 2,29% akibat tekanan pelemahan rupiah yang melebarkan gap antara penerimaan dan belanja negara.

Pasar juga khawatir adanya isu batas defisit bisa makin melebar di pemerintahan baru nanti mengingat rencana belanja yang besar tidak lagi dibantu oleh keberadaan saldo anggaran lebih (cash reserve) yang memadai seperti saat ini.

Alhasil, ada potensi penerbitan utang lebih besar ke depan. (Bloomberg Technoz)

IHSG Kembali Naik, Setelah Turun Tipis di Hari Senin

Selasa (9/7), IHSG naik 18,82 poin atau 0,26% ke 7.269,80 dengan nilai transaksi sekitar Rp11 triliun. IHSG sempat menyentuh 7.302,94 namun kembali turun di bawah 7.300.

Kenaikan IHSG karena sentimen positif  di tengah adanya optimisme pasar setelah Gubernur Bank Indonesia menyampaikan pernyatannya dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR Senin (8/7) bahwa Bank Indonesia (BI) dapat memangkas suku bunga acuannya setidaknya pada akhir tahun 2024.

Penurunan BI Rate akan membuat biaya bunga bank menjadi turun diikuti oleh turunnya bunga pinjaman dan menurunkan biaya produksi.

Selain itu juga akan meningkatkan konsumsi masyarakat sehingga ekonomi akan tumbuh. (CNBC Indonesia)

Pidato Jerome Powell: Ekonomi AS Melambat Tetapi Inflasi Belum Sesuai Target

Hari Selasa kemarin, Jerome H. Powell, Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve Amerika Serikat, menyampaikan pidato di hadapan di Senat Amerika Serikat.

Poin-poin utamanya adalah bahwa indikator terbaru menunjukkan ekonomi AS sudah tidak lagi “overheated”, pertumbuhan PDB telah melambat pada semester pertama 2024 dibanding semester kedua tahun 2024, serta kondisi pasar tenaga kerja yang telah kembali ke level sebelum pandemi.

Inflasi telah melambat tetapi masih belum cukup alasan bagi the Fed untuk menurunkan suku bunga.

FOMC (Federal Open Market Committee) tetap berhati-hati dalam menurunkan suku bunga hingga yakin inflasi bergerak menuju 2 persen secara berkelanjutan. (Trading Economics)

Yield US Treasury Naik Tipis Selasa Kemarin

Yield US Treasury 10-tahun AS naik tipis di atas 4,3% pada hari Selasa, sedikit rebound dari level terendah dalam satu minggu di 4,28% pada tanggal 5 Juli karena pasar masih belum memiliki kepastian dan terus mengukur waktu dan tingkat pelonggaran moneter yang diharapkan oleh Federal Reserve.

US Dollar Index Naik Tipis Selasa Kemarin

Selasa (9/7), Indeks dolar melayang tepat di atas 105 setelah Ketua Fed Powell, dalam kesaksiannya di depan Kongres, menegaskan kembali kehati-hatian terhadap penurunan suku bunga.

Powell menekankan bahwa The Fed tidak akan mempertimbangkan penurunan suku bunga sampai mereka yakin bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju angka 2%, dan mencatat bahwa data kuartal pertama tidak memberikan keyakinan tersebut.

Harga Emas Dunia Turun Selasa (9/7)

Selasa (9/7), harga emas melemah hingga di bawah USD2.360 per ons  karena pasar masih belum memiliki keyakinan kapan waktu dan tingkat penurunan suku bunga yang diharapkan oleh Federal Reserve di tahun 2024.

Sementara itu, aset emas batangan juga tertekan oleh rendahnya permintaan terhadap aset-aset aman (safe haven) di tengah kembalinya harapan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. (Trading Economics)

S&P 500, Nasdaq Mencetak Rekor Baru

S&P 500 dan Nasdaq memperpanjang rekor tertinggi mereka pada hari Selasa, masing-masing bertambah 0,1%, sementara Dow Jones ditutup 52 poin lebih rendah setelah kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di depan Senat.

Di antara perusahaan-perusahaan besar, Nvidia naik (2,4%), Tesla melonjak 3,7% dan Apple naik 0,4% menjadi perusahaan AS pertama yang melampaui kapitalisasi pasar USD3,5 triliun, sedangkan Microsoft turun 1,4%. (Trading Economics)

Ulasan

  • Sinyal dari Gubernur Bank Indonesia bahwa BI Rate dapat saja turun di akhir tahun ini membuat pasar saham dan obligasi kembali bergairah.
  • Pernyataan Ketua US Federal Reserve Selasa kemarin bahwa dengan inflasi yang semakin melonggar belum cukup sebagai pertimbangan menurunkan suku bunga USD.
  • Menjelang kepastian penurunan suku bunga US, pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile. Dengan tingkat volatilitas yang menurun, harga-harga saham cenderung akan naik kembali sampai akhir tahun 2024.
  • Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Aksi ini bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.

    Rekomendasi

    • Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
    • Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
    • Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
    • Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
    • Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
    • Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
    • Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.

    Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

    DISCLAIMER:

    Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.

    PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

    Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.

    tanamduit Team

    tanamduit adalah aplikasi penyedia beragam produk investasi reksa dana, emas, Surat Berharga Negara (SBN) yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile