fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Weekly Market Recap (16 – 20 Februari 2026)

tanamduit Weekly Market Recap (16 – 20 Februari 2026)

oleh | Feb 23, 2026

tanamduit menawarkan investasi yang aman dengan potensi return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.

Sebelum berinvestasi, yuk, kenali kondisi market pada pekan 16-20 Februari 2026 dan tips investasinya melalui berita market update berikut!

Ringkasan Weekly Market Recap:

    • BI tahan suku bunga, pasar tetap dipengaruhi dolar dan yield AS.
    • IHSG naik tipis, asing mulai beli namun masih selektif.
    • Yield SUN stabil, pasar obligasi tetap tenang.
    • Emas XAU menguat di atas USD 5.100 karena ketidakpastian global.

    Tabel-Market-Update-23-Februari-2026

     

    BI Tahan Suku Bunga, Pasar Tetap Dipengaruhi Arah Global

    Pada pekan 16–20 Februari 2026, Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%. Keputusan ini membantu menjaga pasar obligasi dan nilai tukar rupiah tetap stabil. Namun pasar saham masih bergerak hati-hati karena investor memperhatikan kondisi global dan arus dana asing.

    Dari luar negeri, arah dolar AS dan imbal hasil obligasi AS menjadi penentu utama. Jika dolar menguat atau yield AS naik, pasar Indonesia cenderung tertekan. Sebaliknya, jika dolar melemah dan yield turun, tekanan berkurang. Dalam situasi seperti ini, emas tetap diminati sebagai aset pelindung nilai. (Reuters, Bloomberg)

    IHSG Naik Tipis, Asing Mulai Masuk Namun Masih Selektif

    Pada pekan 16–20 Februari 2026, IHSG naik sekitar 0,7% ke 8.271. LQ45 dan IDX30 juga menguat tipis. Nilai transaksi selama tiga hari bursa sekitar Rp71 triliun, menunjukkan aktivitas pasar tetap normal. Investor asing mencatat net buy sekitar Rp2 triliun dalam sepekan, namun secara tahun berjalan masih net sell sekitar Rp14 triliun, sehingga aliran dana asing belum sepenuhnya pulih.

    Kenaikan ini didukung stabilitas dalam negeri, termasuk kebijakan Bank Indonesia, tetapi arah pasar tetap dipengaruhi dolar AS dan suku bunga global. Isu free float MSCI masih membuat investor asing lebih selektif. Hingga akhir 2026, peluang penguatan IHSG tetap ada jika rupiah stabil, suku bunga global mereda, dan kinerja emiten besar terjaga, meski pergerakan pasar diperkirakan tetap naik-turun mengikuti dinamika global. (CNBC Indonesia, Bloomberg Technoz, Liputan6, Reuters) 

    Yield SUN Bergerak Ringan, Pasar Tetap Stabil

    Pergerakan Surat Utang Negara (SUN) relatif tenang pada minggu 18-20 Februari 2026. Data PHEI menunjukkan yield tenor 1 dan 3 tahun turun, sementara tenor 10 tahun naik tipis ke sekitar 6,42%. Perubahan ini kecil, sehingga harga obligasi pemerintah juga bergerak terbatas. Indeks obligasi (Indobex Government) naik tipis, menandakan pasar masih stabil.

    Kondisi ini didukung oleh keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga di 4,75%, sehingga memberi rasa tenang bagi pasar. Dari sisi global, pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS masih menjadi faktor utama. Selama inflasi dan nilai rupiah terjaga, pasar obligasi diperkirakan tetap stabil, meskipun tenor panjang masih sensitif terhadap gejolak global. (PHEI, Bank Indonesia, Bloomberg Technoz, Reuters)

    Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

    Harga emas dunia (XAU) kembali naik dan ditutup di atas USD 5.100 per troy ounce pada pekan 16-20 Februari 2020. Kenaikan ini terjadi karena investor masih mencari aset yang dianggap aman di tengah ketidakpastian global dan risiko geopolitik. Selain itu, harapan bahwa suku bunga AS tidak akan naik tajam membuat emas lebih menarik dibanding obligasi. Pembelian emas oleh bank-bank sentral juga ikut menopang harga.

    Di Indonesia, penguatan emas global biasanya memberi sentimen positif pada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Namun pergerakan ANTM tetap dipengaruhi kondisi IHSG dan arus dana investor. Artinya, harga emas yang kuat menjadi pendorong, tetapi dinamika pasar saham tetap menentukan arah pergerakannya. (Reuters, Bloomberg Technoz, Trading Economics)

    Pasar AS Menguat Terbatas, Indonesia Tetap Waspada

    Pada minggu 16–20 Februari 2026, pasar saham Amerika Serikat bergerak naik tipis. Dow Jones dan Nasdaq menguat dalam sepekan, menunjukkan sentimen relatif stabil meskipun investor masih mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed dan data ekonomi terbaru.

    Pada periode yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS (UST 10 tahun) naik tipis ke sekitar 4,09% dan indeks dolar (DXY) juga menguat mendekati 98. Kenaikan yield dan dolar meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan memperketat likuiditas global. Kondisi ini membuat arus modal ke negara berkembang menjadi lebih selektif.

    Bagi Indonesia, penguatan dolar dan naiknya yield AS berpotensi memberi tekanan pada rupiah dan membuat investor asing lebih berhati-hati di pasar saham serta obligasi negara (SUN). Selama pergerakan yield dan dolar masih terkendali, dampaknya relatif terbatas. Namun jika tren penguatan berlanjut, volatilitas di IHSG dan pasar obligasi domestik dapat meningkat. (Reuters, Investing)

    Factors to Watch:

    • Arah suku bunga Amerika Serikat. Jika suku bunga di AS turun, pasar saham dan obligasi bisa lebih tenang. Jika naik, pasar bisa kembali bergejolak.
    • Nilai dolar AS dan rupiah. Jika dolar menguat dan rupiah melemah, pasar saham dan obligasi Indonesia bisa tertekan.
    • Arus dana investor asing. Jika investor asing mulai banyak membeli saham dan obligasi Indonesia, pasar bisa menguat. Jika mereka terus menjual, pasar cenderung melemah.
    • Kinerja perusahaan besar (perbankan, konsumsi, komoditas). IHSG sangat dipengaruhi oleh saham-saham besar. Jika kinerja mereka bagus, indeks bisa terdorong naik.
    • Harga emas dan situasi global. Jika kondisi global tidak stabil (geopolitik, ekonomi), emas biasanya naik karena dianggap lebih aman.

      Tips Investasi

      Pilihan Investasi untuk Investor Reksa Dana

      Pilihan-Investasi-Investor-Reksa-Dana

      Disclaimer: Reksa dana mengandung risiko investasi. Nilai investasi dapat naik maupun turun dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Investor disarankan membaca prospektus dan memahami profil risikonya sebelum berinvestasi.

      Rekomendasi untuk Investor Emas

      • Emas tetap relevan sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Kenaikan awal 2026 mencerminkan peran safe haven, koreksi akhir Januari bersifat teknikal dan sementara.
      • Investor yang sudah memiliki emas disarankan menahan posisi inti dan melakukan penyesuaian bertahap saat volatilitas. Bagi yang belum memiliki, pendekatan akumulasi bertahap lebih tepat dibanding masuk sekaligus. Porsi emas ideal berada di kisaran 10–20% portofolio sebagai penyeimbang risiko sepanjang 2026.

      Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

      ⚠ Sebelum melakukan keputusan investasi, investor wajib memahami profil risiko pribadi dan mempelajari karakteristik produk investasi, termasuk potensi risiko yang mungkin dihadapi. Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat dijadikan sebagai jaminan kinerja di masa depan; kinerja historis tidak mencerminkan hasil di masa depan.

      DISCLAIMER:

      Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh tanamduit, yang dikembangkan dan dikelola oleh PT Mercato Digital Asia sebagai induk usaha dari PT Star Mercato Capitale. PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (Emasin) untuk produk Koleksi Emas, dan PT BPRS Attaqwa dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emasi PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

      PT Star Mercato Capitale sebagai anak usaha dari PT Mercato Digital Asia, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan ijin nomor KEP-13/PM.21/2017, serta ditetapkan menjadi Mitra Distribusi SBN Retail dengan nomor S-363/PR/2018 dan SBN Syariah dengan nomor PENG-2/PR.4/2018 dari DJPPR, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

      Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. tanamduit berusaha untuk memberikan informasi yang terbaik, namun meskipun demikian manajemen tanamduit beserta karyawan dan afiliasinya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keakuratan, kelalaian, atau kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan tulisan ini.

      tanamduit Team

      tanamduit adalah aplikasi investasi dengan beragam produk seperti reksa dana, SBN, emas. tanamduit telah berizin dan diawasi oleh OJK.

      banner-download-mobile