tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 31 Juli 2024:
Standard & Poors Mempertahankan Peringkat Utang RI
Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poors (S&P) Global mempertahan-kan peringkat kredit Indonesia pada level BBB. Sovereign Credit Rating Indonesia ini berada di atas investment grade dengan outlook stabil per 30 Juli 2024.
Lembaga pemeringkatan internasional meyakini prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap solid. Ketahanan eksternal dan beban utang Pemerintah yang terjaga didukung oleh kerangka kebijakan moneter dan fiskal yang kredibel.
S&P meyakini rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5% beberapa tahun ke depan, ekspor Indonesia akan meningkat sejalan dengan strategi hilirisasi.
Indonesia dinilai juga bisa menjaga inflasi di sekitaran 2,5% plus/minus 1%, dan menjaga defisit fiscal di bawah 3% terhadap total GDP. (finance.detik)
Investor Asing Nett Buy Signifikan, IHSG Naik Tipis
IHSG naik tipis 0,19% ke 7.255,76 hari Rabu (31/7) dengan nilai transaksi sekitar Rp13,16 triliun. Investor asing mencatat transaksi net buy sekitar Rp2.1 triliun etelah net sell Rp883 miliar di hari sebelumnya.
Kenaikan IHSG diikuti oleh kenaikan LQ45 +0,32%, IDX30 +0,39%, SRI Kehati +0,42% dan Bisnis27 +0,62%. Investor asing masuk kembali dalam nilai besar sebelum rilis berita hasil pertemuan FOMC di AS yang diyakini akan memberikan arah lebih pasti mengenai penurunan suku bunga USD.
Yield Surat Utang Negara Turun (Harga Naik) Hari (31/7)
Harga SUN ditutup menguat pada sesi perdagangan (31/7). Yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) turun sebesar 3 basis poin menjadi 6,69%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0100) turun sebesar 3 basis poin menjadi 6,89%.
Nilai transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp14,6 triliun, lebih rendah dari hari sebelumnya yang Rp18,3 triliun. Sementara itu, nilai transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp1,6 triliun.
US Federal Reserve Mempertahankan Suku Bunga Tetapi Memberikan Sinyal Dovish Yang Kuat
Federal Reserve tidak mengubah suku bunga pada hari Rabu kemarin, tetapi mengakui kemajuan terkini dalam inflasi dan pendinginan di pasar tenaga kerja, yang memicu harapan investor bahwa bank sentral dapat mulai memangkas suku bunga lebih cepat. Federal Open Market Committee, FOMC, mempertahankan suku bunga acuannya dalam kisaran 5,25% hingga 5,5%.
Data terakhir menunjukkan bahwa PCE yang menjadi acuan inflasi bagi the Fed menunjukkan inflasi yang menurun ke arah 2%.
Dalam konferensi pers yang menyusul pertemuan tersebut, Ketua the Fed, Jerome Powell, mengatakan belum ada keputusan yang dibuat tentang pertemuan mendatang termasuk September, tetapi mengisyaratkan bahwa komite bergerak lebih dekat ke arah pemangkasan suku bunga jika data terus menunjukkan kemajuan pada inflasi dan pendinginan di pasar tenaga kerja.
Fokus akan tertuju pada dua rilis berikutnya, yaitu Consumer Price Index (CPI) dan ketenagakerjaan sebelum September. (Investing)
Yield Obligasi US Treasury 10 Tahun Turun Rabu Kemarin
Yield US Treasury 10 tahun turun ke bawah 4,10% hari Rabu kemarin setelah US Fed mempertahankan suku bunga tetap di 5,25%-5,50% tetapi memberikan sinyal yang kuat bahwa suku bunga akan segera turun.
Penurunan suku bunga akan diikuti oleh penurunan yield dan pelaku pasar sudah mendahului penurunan tersebut. (Trading Economics)
US Dollar Index Turun ke Level 104,1
US Dollar Index (DXY) turun dari level 104,5 ke 104,1 setelah pengumuman US Fed yang mempertahankan suku bunga di 5,25%-5,50% dan memberikan sinyal akan menurunkan suku bunga karena menurunnya inflasi dan melemahnya lapangan pekerjaan. (Trading Economics)
Harga Emas Dunia Naik Rabu Kemarin
Harga emas dunia mengalami kenaikan di atas USD2.420 per ons pada hari Rabu, didukung oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar di Amerika Serikat dan permintaan baru untuk aset safe haven.
Dibunuhnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, membuat suasana ketegangan politik di Timur Tengah semakin meningkat dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Hal ini menyusul klaim pemerintah Israel yang membunuh komandan tertinggi Hizbullah dalam serangan udara di Beirut pada hari Selasa sebagai tanggapan atas serangan di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel selama akhir pekan. (Trading Economics)
Ulasan
- Walaupun suku bunga USD tetap dipertahankan di 5,25%-5,50% oleh the Fed hari Rabu kemarin, namun the Fed memberikan sinyal yang semakin jelas bahwa suku bunga USD akan nsegera diturunkan. Pasar berharap suku bunga USD akan mulai diturunkan pada bulan September mendatang.
- Penurunan suku bunga USD akan diikuti oleh penurunan suku bunga Rupiah BI Rate oleh Bank Indonesia. Hal ini karena inflasi yang sesuai dengan ekspektasi, 2,50%, pertumbuhan ekonomi masih tinggi serta PMI Index yang masih ekspansif.
- Aliran dana dari investor asing menunjukkan adanya nett buy di saham, SUN dan SRBI pekan yang lalu sejalan dengan meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga USD di bulan September.
- Laporan Keuangan emiten-emiten Indonesia di Q2-2024 menunjukkan hasil yang baik, termasuk perbankan yang sempat turun cukup dalam di bulan Juni yang lalu. IHSG sangat berpotensi untuk naik minimal 5% lebih tinggi dibandingkan dengan posisi IHSG akhir tahun 2023 atau ke level 7.600 di akhir tahun 2024.
- Yield obligasi Surat Utang Negara juga menunjukkan penurunan karena harga yang naik meresponse penurunan yield obligasi USD.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China, dengan tujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global, dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk tetap berinvestasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return lebih tinggi dari bunga deposito.
- Untuk jangka menengah dan panjang, pertimbangkan untuk mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham. Hal ini karena menguatnya kemungkinan turunnya suku bunga US di bulan September mendatang dan mendorong investor global untuk mengalokasikan investasinya ke emerging countries, termasuk ke Indonesia, dan ini akan mendorong naiknya harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia.
- Harga emas masih volatile. Dalam jangka menengah dan jangka panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.
PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.


