fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Breakfast News: 25 Juli 2024

tanamduit Breakfast News: 25 Juli 2024

oleh | Jul 25, 2024

tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 24 Juli 2024:

Market update 25 juli 2024

IHSG Turun ke Bawah 7.300

Rabu (24/7)

Selama dua hari beruntun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah. Ini terjadi usai indeks ditutup terkoreksi 0,70% ke posisi 7.262,75 pada perdagangan Rabu (24/7).

Nilai transaksi sekitar Rp7,37 triliun, menjadi nilai terendah selama bulan Juli dan Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp368,77 miliar.

Sektor teknologi dan sektor infrastruktur menyumbang penurunan masing-masing 1,67% dan 1,49%. GOTO turun 1,82%, BUKA -5,51%, WIKA -9,82% dan PTPP -6,90%. (CNBC Indonesia)

Harga Surat Utang Negara Naik Tipis (Yield Turun) Rabu Kemarin

Harga SUN bergerak variatif pada sesi perdagangan kemarin. Yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) turun sebesar 5 basis poin menjadi 6,81%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0100) turun sebesar 1 basis poin menjadi 6,98%.

Nilai transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp11,7 triliun, lebih rendah dari hari sebelumnya yang Rp23,6 triliun. Sementara itu, nilai transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp1,1 triliun.

Rabu (24/7), Harga Emas Dunia Naik Tipis 

Emas naik di atas USD2.410 per ounce pada hari Rabu (24/7), karena investor memiliki keyakinan bahwa suku bunga USD akan mulai turun di bulan September mendatang.

Investor saat ini menunggu rilis data PDB AS kuartal kedua pada hari Kamis ini dan laporan indeks harga Personal Consumption Expenditure (PCE) untuk bulan Juni pada hari Jumat. PDB di Q2-2024 diperkirakan akan mencapai 2%, lebih tinggi dari kwartal sebelumnya yang 1,4. (Trading Economics)

Ulasan

  • Kemungkinan diturunkannya suku bunga USD oleh US Fed di bulan September mendatang semakin besar. Hal ini karena data-data ekonomi AS menunjukkan pelemahan, antara lain inflasi bulan Juni turun ke 3% dari bulan sebelumnya 3,3% dan  melemahnya lapangan pekerjaan, sehingga membuat US Dollar Index turun ke level 104.
  • IHSG sangat berpotensi untuk naik minimal 5% lebih tinggi dibandingkan dengan posisi IHSG akhir tahun 2023 atau ke level 7.600 di akhir tahun 2024.
  • Pengunduran diri Joe Biden mengikuti kontestasi sebagai calon Presiden di tahun 2024 akan membuat situasi politik AS dan juga situasi politik dunia untuk sementara menjadi tidak stabil dan akan ada dampaknya pada pasar keuangan dan komoditas. Pasar akan bersikap wait and see melihat perkembangan politik di AS.
  • Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Aksi tersebut bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.

Rekomendasi

  • Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk tetap berinvestasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return lebih tinggi dari bunga deposito.
  • Untuk jangka menengah dan panjang,  pertimbangkan untuk mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham. Hal ini karena menguatnya kemungkinan turunnya suku bunga US di bulan September mendatang dan mendorong investor global untuk mengalokasikan investasinya ke emerging countries, termasuk ke Indonesia, dan ini akan mendorong naiknya harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia.
  • Harga emas masih volatile. Dalam jangka menengah dan jangka panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
  • Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
  • Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
  • Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.

Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

DISCLAIMER:

Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.

PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.

tanamduit Team

tanamduit adalah aplikasi penyedia beragam produk investasi reksa dana, emas, Surat Berharga Negara (SBN) yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

banner-download-mobile