tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito.
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 23 Juli 2024:
IHSG Terkoreksi Tipis Selasa (23/7)
Selasa (23/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis turun 8,12% atau -0,11% ke 7.313,86, masih bertengger di atas level psikologis 7.300.
Nilai transaksi tercatat cukup rendah di Rp8,46 triliun berbeda tipis dengan nilai transaksi hari Senin (23/7) sebesar Rp8,45 triliun.
Investor asing terpantau net sell sekitar Rp87 miliar. Sepanjang tahun 2024, investor asing net sell sekitar Rp2,85 triliun.
Koreksinya IHSG terjadi karena investor menilai kenaikan dalam sebulan terakhir cukup signifikan dari level 6.700 ke level 7.300 atau hampir 9%.
Sekarang, investor menunggu kepastian turunnya suku bunga USD di bulan September oleh US Fed yang akan diikuti oleh Bank Indonesia menurunkan pula bunga acuan BI Rate.
Sektor perbankan mengalami penurunan sekitar 0,64%, dimana BBRI turun 2,44%, BMRI -1,12% dan BRIS -1,17%. Penurunan IHSG tertahan oleh Sektor Teknologi yang naik 4,55%, dimana GOTO naik 7,84%, DCII +8,86% dan EMTK +3,30%.
Indeks LQ45 tidak berubah namun indeks lain seperti IDX30, Bisnis27 dan SRI Kehati mengalami penurunan masing-masing -0,28%, -0,45% dan -0,35%. Namun, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,55%. (IDX)
Beberapa Perusahaan Sekuritas Memangkas Target IHSG Akhir Tahun 2024
Beberapa sekuritas telah memangkas target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir 2024. Di awal tahun lalu, banyak sekuritas yang memproyeksikan IHSG bisa menembus 8.000.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia menurunkan target IHSG di akhir tahun dari 8.100 menjadi 7.585, RHB Sekuritas menjadi 7.800 dari awalnya 7.900, Sinarmas Sekuritas IHSG menjadi 7.500 (base scenario), 7.900 (bullish scenario) dan 6.600 (bearish scenario).
Mereka menjadikan nilai tukar Rupiah yang melemah dari 5.800 ke 6.400 di tahun 2024. Hal ini membuat BI menaikkan BI Rate.
BI menghadapi keterbatasan untuk menurunkan BI Rate karena harus mempertahankan Rupiah tidak melemah lebih lanjut.
Hal ini membuat biaya bunga kredit menjadi mahal dan daya beli masyarakat menjadi turun.
Di tahun 2025 IHSG diperkirakan dapat tumbuh sampai dengan 10% karena suku bunga sudah mulai turun, kredit perbankan tumbuh lebih tinggi dan membuat harga-harga saham bank-bank besar akan naik cukup signifikan. (Kontan)
Harga Emas Dunia Stabil Selasa Kemarin
Emas stabil di kisaran USD2,400 per ounce pada hari Selasa (23/7) setelah menurun selama empat hari berturut-turut. Para pedagang menunggu data ekonomi AS yang akan datang untuk memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
Data ekonomi yang ditunggu adalah perkiraan awal pertumbuhan PDB Q2-2024, pengeluaran dan pendapatan pribadi, serta indeks harga Personal Consumption Expenditure (PCE) bulan Juni, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed. (Trading Economics)
Yield US Treasury 10 Tahun Stabil Selasa Kemarin
Imbal hasil atau yield obligasi US Treasury 10-stabil di sekitaran 4,24% pada hari Selasa kemarin, karena investor menunggu data utama ekonomi AS minggu ini, angka flash Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk bulan Juli akan dirilis pada hari Rabu, rilis data PDB awal untuk Q2-2024 pada hari Kamis dan laporan indeks harga PCE terbaru pada hari Jumat.
US Dollar Index (DXY) Stabil Selasa Kemarin
US Dollar Index (DXY) stabil di kisaran 104,4 pada hari Selasa kemarin karena investor terus mengamati perkembangan politik AS setelah keputusan Presiden Joe Biden untuk mengundurkan diri dari pencalonan Presiden dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon dari Partai Demokrat.
Mantan Presiden Donald Trump terus memimpin persaingan pemilihan. Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve diperkirakan akan mulai menurunkan suku bunganya pada bulan September di tengah menurunnya inflasi, dengan dua kali penurunan suku bunga lagi yang akan dilakukan sebelum akhir tahun. (Trading Economics)
Wall Street – Dow Jones Turun Tipis Selasa Kemarin
Indeks utama Wall Street berakhir sedikit lebih rendah pada hari Selasa, karena investor mengalihkan fokus mereka ke pendapatan terbaru dari Alphabet dan Tesla, keduanya mencatat angka pendapatan positif untuk kuartal kedua.
Tesla mencatat kenaikan pendapatan yang mengejutkan karena penjualan kendaraan lebih banyak daripada perkiraan analis, dibantu oleh pemotongan harga dan insentif.
Sementara itu, Alphabet melampaui perkiraan pendapatan yang didorong oleh peningkatan penjualan iklan digital dan permintaan yang sehat untuk layanan cloud-nya. S&P 500, turun 0,16%, Nasdaq Composite -0,06%, sedangkan Dow Jones Industrial Average -0,14%. (Reuters)
Ulasan
- Kemungkinan diturunkannya suku bunga USD oleh US Fed di bulan September mendatang semakin besar. Hal ini karena data-data ekonomi AS menunjukkan pelemahan, antara lain inflasi bulan Juni turun ke 3% dari bulan sebelumnya 3,3% dan melemahnya lapangan pekerjaan, sehingga membuat US Dollar Index turun ke level 104.
- IHSG sangat berpotensi untuk naik minimal 5% lebih tinggi dibandingkan dengan posisi IHSG akhir tahun 2023 atau ke level 7.600 di akhir tahun 2024.
- Pengunduran diri Joe Biden mengikuti kontestasi sebagai calon Presiden di tahun 2024 akan membuat situasi politik AS dan juga situasi politik dunia untuk sementara menjadi tidak stabil dan akan ada dampaknya pada pasar keuangan dan komoditas. Pasar akan bersikap wait and see melihat perkembangan politik di AS.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Aksi tersebut bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk tetap berinvestasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return lebih tinggi dari bunga deposito.
- Untuk jangka menengah dan panjang, pertimbangkan untuk mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham. Hal ini karena menguatnya kemungkinan turunnya suku bunga US di bulan September mendatang dan mendorong investor global untuk mengalokasikan investasinya ke emerging countries, termasuk ke Indonesia, dan ini akan mendorong naiknya harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia.
- Harga emas masih volatile. Dalam jangka menengah dan jangka panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.
PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.


