tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!
Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:
- SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
- SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun
Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 4 Juli 2024:
Kamis (4/7), IHSG Naik. Badai Sudah Berlalu?
Kamis (4/7), IHSG naik lagi 24,13 poin atau 0,34% ke 7.220,89 dengan nilai transaksi perdagangan Rp10,39 triliun. Indeks LQ45, IDX30, Bisnis27 dan SRI Kehati juga mengalami kenaikan walaupun tidak setinggi kenaikan IHSG.
Penyebab utama kenaikan harga-harga saham di Indonesia masih berkaitan dengan pidato Jerome Powell, Ketua US Fed, yang menyampaikan bahwa inflasi di AS sudah melambat (disinflationary path), dan menyiratkan bahwa suku bunga US akan segera turun di bulan September 2024.
Bagi pasar saham Indonesia ini adalah sentimen positif karena penurunan suku bunga US akan membuat mata uang US Dollar melemah dan membuat investor global mengalokasikan Sebagian investasinya ke negara lain termasuk emerging country, Indonesia.
Saham-saham perbankan besar kembali menjadi penopang kenaikan IHSG, BBRI +4,13%, BBNI +1,29%. (CNBC Indonesia)
Sejak awal tahun 2024, IHSG pernah mencapai angka tertinggi yang pernah terjadi (all time high) di 7.443,31 tanggal 14 Maret 2023 dan turun ke tingkat terendah sekitar 9,6% di 6.726,92 tanggal 19 Juni 2024.
Namun, IHSG kembali naik ke 7.220,89 di hari Kamis (4/7), atau terjadi kenaikan sekitar 7,34%. Sejak awal tahun 2024 kinerja IHSG masih -0,71%.
Rupiah Menguat Lagi Hari Kamis Kemarin
Kamis (4/7), Rupiah menguat 0,24% ke Rp16.325 per US Dollar. (Sumber: Refinitiv)
Penguatan Rupiah karena US Dollar Index yang melemah setelah data-data ekonomi di AS menunjukkan pelemahan, antara lain turunnya Purchasing Managers’ Index (PMI) bulan Juni yang menjadi penurunan 3 bulan berturut-turut, meningkatnya klaim pengangguran dan melemahnya inflasi.
Berbeda dengan kinerja IHSG yang kembali membaik dan mendekati angka awal tahun yang 2024 (IHSG YTD -0,71%), Rupiah masih terjerambab melemah sekitar 6,1% sejak awal tahun.
Yield SUN Turun (Harga SUN Naik) Hari Kamis Kemarin
Harga Surat Utang Negara (SUN) mengalami penguatan pada sesi perdagangan hari ini. Harga SUN seri acuan naik hingga 30 basis poin dari posisi penutupan kemarin, sementara yield SUN bertenor 10 tahun (FR0100) turun sebesar 2 basis poin ke level 7,07%.
Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp13,98 triliun hari ini, lebih tinggi dari hari sebelumnya yang Rp10,67 triliun. (BNI Sekuritas)
Harga Emas Dunia Naik Tipis Hari Kamis Kemarin
Kamis (4/7), harga emas dunia naik menjadi sekitar USD2.360 per ounce, mendekati level tertinggi dalam empat minggu setelah data ekonomi AS yang terkini memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
Permintaan emas sebagai safe haven juga terjadi karena ketegangan meningkat di Timur Tengah setelah laporan menunjukkan bahwa Israel membunuh seorang komandan senior Hizbullah, yang mendorong Hizbullah untuk membalas di dekat perbatasan.
Yield US Treasury 10 Tahun Turun Hari Rabu Kemarin
Imbal hasil (yield) obligasi US Treasury bertenor 10-tahun turun menjadi 4,35% pada hari Rabu (3/7) dari level tertinggi tiga minggu sebesar 4,46%.
Data ekonomi baru memperkuat alasan bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga pada kuartal ini.
Aktivitas sektor jasa AS mengalami penurunan terbesar dalam empat tahun terakhir pada bulan Juni, sementara tingkat inflasi sektor ini melambat lebih dari perkiraan.
Selain itu, klaim pengangguran yang terus meningkat selama sembilan minggu berturut-turut merupakan angka tertinggi sejak tahun 2021.
Data-data di atas menambah pandangan bahwa suku bunga yang tinggi membuat biaya produksi meningkat dan memaksa perusahaan melakukan PHK.
Lebih lanjut, pasar terus menunjukkan konsensus yang longgar bahwa The Fed akan melakukan penurunan suku bunga pertama dari dua kali penurunan suku bunga sebesar 25bps tahun ini pada bulan September.
Ulasan
- Turunnya PMI Index mengiringi turunnya inflasi (Personal Consumption Expenditure (PCE AS). Hal ini memperkuat harapan segera turunnya suku bunga USD di bulan September 2024.
- Menjelang kepastian penurunan suku bunga US, pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile. Dengan tingkat volatilitas yang menurun, harga-harga saham cenderung akan naik kembali sampai akhir tahun 2024.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Pembelian emas ini bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
- Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
- Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), anak perusahaan PT Mercato Digital Asia, yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan nomor KEP-13/PM.21/2017 serta menjadi mitra distribusi SBN dari DJPPR – Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan nomor S-363/pr/2018 dan dari SBSN dengan nomor PENG-2/PR.4/2018.
PT Mercato Digital Asia telah terdaftar pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) dengan nomor: 005445.01/DJAI.PSE/07/2022 dan bekerja sama dengan PT Cipta Optima Digital (emasin) untuk produk Koleksi Emas dan PT BPRS ATTAQWA (BPRS Attaqwa) dalam menyediakan produk Tabungan Emas 24 Karat produksi emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Meskipun demikian, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian, kelalaian, atau kerugian apapun dari penggunaan tulisan ini.


