tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!
Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:
- SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
- SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun
Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 26 Juni 2024:
Selasa (25/6) IHSG Turun Tipis Selasa Kemarin
IHSG turun tipis 0,09% atau 6,46 poin ke level 6.882,70 pada perdagangan Selasa kemarin.
Saham BMRI, BBNI, hingga GOTO ditutup melemah pada perdagangan hari ini. BMRI -1,25%, BBNI -1,32%, GOTO -1,96%. Adapun saham big caps yang naik harganya TLKM +1,36%, BREN +2,66%, TPIA +1,13%, dan MDKA +3,45%.
Penurunan tipis ini mengakhiri kenaikan IHSG 3 hari berturut-turut karena investor melakukan profit taking. Nilai transaksi tercatat Rp27,17 triliun, sebesar Rp17,52 triliun di antaranya transaksi nego saham AMMN. (Bisnis)
Harga Surat Utang Negara (SUN) Mengalami Penguatan Hari Selasa Kemarin
Yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) turun sebesar 3 basis poin menjadi 6,95%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0100) turun sebesar 3 bp menjadi 7,06%.
Selasa (25/6), volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp37,9 triliun, lebih tinggi dari hari sebelumnya yang Rp10,5 triliun.
Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp2,3 triliun. (BNI Sekuritas)
Rupiah Menguat
Sentimen domestik saat ini telah membaik. Hal ini terlihat dari penguatan nilai tukar Rupiah sebesar 0,33% ke Rp16.390 per dolar AS di Senin (24/6) menguat tipis 0,08% hari Selasa (25/6) .
Penguatan tersebut sejalan dengan tingginya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan the Fed Rate di September 2024.
Pasar memperkirakan consumer confidence akan menurun di bulan Juni ini dan data pertumbuhan ekonomi Q1-2024 mengalami pelambatan.
Hal ini memperbesar keyakinan bahwa penurunan suku bunga USD akan dimulai pada bulan September 2024. Dari dalam negeri, rupiah berpeluang lanjutkan penguatan meski terbatas.
Pemicunya adalah rencana intervensi pasar oleh BI dengan mengoptimalkan sejumlah instrumen investasi yang dapat menarik inflow.
Selain itu, keputusan BI menahan suku bunga di 6,25% berdampak positif kepada psikologis pasar. (Bisnis)
Bank of America Memproyeksikan Harga Emas USD3.000
Bank of America merilis laporan yang mengatakan harga emas dapat mencapai USD3.000 dalam waktu 12-18 bulan ke depan karena US Fed mulai memangkas suku bunga dan meningkatnya utang (negara dan korporasi) yang mendorong naiknya ketidakpastian ekonomi.
Tahun 2023 yang lalu sejumlah bank sentral dunia menambah cadangan emas sebesar 1.037 ton, sedikit di bawah tambahan cadangan emas tahun 2022 yang sebesar 1.082 ton.
Bank sentral China, People Bank Of China, telah menambahkan sekitar 8 juta ons emas ke dalam cadangannya sejak Januari 2023, di lain pihak juga telah mendivestasi (menjual dan/atau tidak memperpanjang) obligasi AS senilai USD102 miliar pada tahun lalu.
Volatilitas imbal hasil obligasi menjadi sebagai pendorong lain bagi kenaikan harga emas. (Investing)
Ulasan
- Perekonomian Indonesia secara fundamental kuat, inflasi tahunan sesuai dengan ekspektasi (terakhir bulan Mei 2,8%), ekspor-impor yang selalu surplus 49 bulan berturut-turut, Purchasing Managers’ Index tetap di atas 50 (terakhir bulan Mei 52,1), cadangan devisa yang memadai, rasio Government Debt to GDP yang terkendali (sekitar 39,9%).
- Pelemahan Rupiah lebih disebabkan oleh Indeks US Dollar yang tetap kuat, di atas 105, karena suku bunga USD yang belum juga turun dari 5,25%-5,50%.
- Namun, US Fed sudah memberikan indikasi yang kuat bahwa suku bunga USD akan turun minimal 1 kali di tahun 2024, paling lambat di bulan Desember 2024.
- Pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile menjelang kepastian penurunan suku bunga US.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Hal ini bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global, berlanjutnya trade war antara China serta ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
- Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
- Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy, namun PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.
tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!
Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:
- SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
- SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun
Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 24 Juni 2024:
Jumat (21/6) IHSG Naik Lagi
IHSG menguat 0,89% atau 60,66 poin ke 6.879,98 hari Jumat, 21 Juni 2024. Pekan pendek periode perdagangan 19-21 Juni 2024, IHSG tercatat menguat 2,16%.
Investor asing mencatat net buy atau beli bersih Rp1,15 triliun di seluruh pasar saat IHSG naik hari Jumat lalu. IHSG melanjutkan kenaikan setelah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 6,25% hari Rabu (19/6).
Pernyataan Gubernur Bank Indonesia yang menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tetap kuat yang ditandai dengan inflasi yang rendah (terakhir bulan Mei 2,8%), pertumbuhan ekonomi di atas 5%, dan cadangan devisa yang memadai (sekitar USD139 miliar) yang membuat BI memiliki kemampuan untuk intervensi pasar.
Faktor lain yang membuat IHSG bergairah kembali adalah direvisinya peraturan dan penerapan Full Call Auction di Bursa Efek Indonesia terutama terutama terhadap emiten yang berkapitalisasi besar dan likuiditas atau volume dan nilai transaksinya juga besar.
Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam konperensi pers pekan lalu, menyampaikan bahwa pelemahan Rupiah terjadi karena faktor global, seperti kuatnya perekonomian AS yang menyebabkan bank sentralnya diduga banyak pelaku pasar masih akan sulit menurunkan suku bunga acuan Fed Fund Rate.
Selain itu, ada perbedaan arah suku bunga negara-negara maju karena bank sentral Eropa kini malah menurunkan suku bunga acuannya.
Sementara itu, sisi internal konsumsi masyarakat masih kuat yang tercermin dari indeks keyakinan konsumen, konsumsi semen dan listrik, serta Purchasing Managers’ Index yang masih di atas 50.
Perekonomian Indonesia masih akan tumbuh di atas 5%. Adapun untuk APBN 2025 yang sedang disusun dengan DPR dipastikan dapat mengakomodir program makan siang gratis Presiden Terpilih Prabowo Subijanto dan tidak membuat bengkak APBN sebagaimana yang dikhawatirkan oleh pelaku pasar.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pelamahan yang terjadi beberapa hari terakhir hingga bergerak di atas Rp 16.400 banyak dipicu oleh faktor sentimen jangka pendek dan bukan disebabkan faktor fundamental.
Jika dilihat dari faktor fundamentalnya, rupiah seharusnya menguat. Hal ini karena inflasi rendah di 2,8%, pertumbuhan ekonomi yang tinggi 5,1% dan kredit juga bertambah 12%. (CNBC Indonesia, 24 Juni 2024)
Harga Emas Masih Berpotensi Untuk Naik
Emas bertahan stabil di sekitar $2,360 per ounce pada hari Jumat (21/6) dan berpotensi untuk naik. Stabilnya harga emas karena data ekonomi AS yang lemah yang memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menurunkan suku bunga tahun ini.
Data minggu lalu menunjukkan perlambatan di pasar tenaga kerja dan tekanan harga. Hal ini juga diikuti oleh lemahnya data penjualan ritel pada hari Selasa, yang mengindikasikan bahwa aktifitas ekonomi AS masih lesu pada kuartal kedua.
Faktor lainnya adalah ketegangan politik yang masih tinggi di Timur Tengah dimana pada hari Kamis lalu beberapa serangan udara Israel di Jalur Gaza mengakibatkan kematian sedikitnya 14 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka.
Ulasan
- Perekonomian Indonesia secara fundamental kuat, inflasi tahunan sesuai dengan ekspektasi (terakhir bulan Mei 2,8%), ekspor-impor yang selalu surplus 49 bulan berturut-turut, Purchasing Managers’ Index tetap di atas 50 (terakhir bulan Mei 52,1), cadangan devisa yang memadai, rasio Government Debt to GDP yang terkendali (sekitar 39,9%).
- Pelemahan Rupiah lebih disebabkan oleh Indeks US Dollar yang tetap kuat, di atas 105, karena suku bunga USD yang belum juga turun dari 5,25%-5,50%
- Namun demikian US Fed sudah memberikan indikasi yang kuat bahwa suku bunga USD akan turun minimal 1 kali di tahun 2024, paling lambat di bulan Desember 2024
- Menjelang kepastian penurunan suku bunga US pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China, dengan tujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global, berlanjutnya trade war antara China serta ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
- Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
- Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy, namun PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.
tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!
Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:
- SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
- SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun
Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 24 Juni 2024:
Jumat (21/6) IHSG Naik Lagi
IHSG menguat 0,89% atau 60,66 poin ke 6.879,98 hari Jumat, 21 Juni 2024. Pekan pendek periode perdagangan 19-21 Juni 2024, IHSG tercatat menguat 2,16%.
Investor asing mencatat net buy atau beli bersih Rp1,15 triliun di seluruh pasar saat IHSG naik hari Jumat lalu. IHSG melanjutkan kenaikan setelah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 6,25% hari Rabu (19/6).
Pernyataan Gubernur Bank Indonesia yang menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tetap kuat yang ditandai dengan inflasi yang rendah (terakhir bulan Mei 2,8%), pertumbuhan ekonomi di atas 5%, dan cadangan devisa yang memadai (sekitar USD139 miliar) yang membuat BI memiliki kemampuan untuk intervensi pasar.
Faktor lain yang membuat IHSG bergairah kembali adalah direvisinya peraturan dan penerapan Full Call Auction di Bursa Efek Indonesia terutama terutama terhadap emiten yang berkapitalisasi besar dan likuiditas atau volume dan nilai transaksinya juga besar.
Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam konperensi pers pekan lalu, menyampaikan bahwa pelemahan Rupiah terjadi karena faktor global, seperti kuatnya perekonomian AS yang menyebabkan bank sentralnya diduga banyak pelaku pasar masih akan sulit menurunkan suku bunga acuan Fed Fund Rate.
Selain itu, ada perbedaan arah suku bunga negara-negara maju karena bank sentral Eropa kini malah menurunkan suku bunga acuannya.
Sementara itu, sisi internal konsumsi masyarakat masih kuat yang tercermin dari indeks keyakinan konsumen, konsumsi semen dan listrik, serta Purchasing Managers’ Index yang masih di atas 50.
Perekonomian Indonesia masih akan tumbuh di atas 5%. Adapun untuk APBN 2025 yang sedang disusun dengan DPR dipastikan dapat mengakomodir program makan siang gratis Presiden Terpilih Prabowo Subijanto dan tidak membuat bengkak APBN sebagaimana yang dikhawatirkan oleh pelaku pasar.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pelamahan yang terjadi beberapa hari terakhir hingga bergerak di atas Rp 16.400 banyak dipicu oleh faktor sentimen jangka pendek dan bukan disebabkan faktor fundamental.
Jika dilihat dari faktor fundamentalnya, rupiah seharusnya menguat. Hal ini karena inflasi rendah di 2,8%, pertumbuhan ekonomi yang tinggi 5,1% dan kredit juga bertambah 12%. (CNBC Indonesia, 24 Juni 2024)
Harga Emas Masih Berpotensi Untuk Naik
Emas bertahan stabil di sekitar $2,360 per ounce pada hari Jumat (21/6) dan berpotensi untuk naik. Stabilnya harga emas karena data ekonomi AS yang lemah yang memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menurunkan suku bunga tahun ini.
Data minggu lalu menunjukkan perlambatan di pasar tenaga kerja dan tekanan harga. Hal ini juga diikuti oleh lemahnya data penjualan ritel pada hari Selasa, yang mengindikasikan bahwa aktifitas ekonomi AS masih lesu pada kuartal kedua.
Faktor lainnya adalah ketegangan politik yang masih tinggi di Timur Tengah dimana pada hari Kamis lalu beberapa serangan udara Israel di Jalur Gaza mengakibatkan kematian sedikitnya 14 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka.
Ulasan
- Perekonomian Indonesia secara fundamental kuat, inflasi tahunan sesuai dengan ekspektasi (terakhir bulan Mei 2,8%), ekspor-impor yang selalu surplus 49 bulan berturut-turut, Purchasing Managers’ Index tetap di atas 50 (terakhir bulan Mei 52,1), cadangan devisa yang memadai, rasio Government Debt to GDP yang terkendali (sekitar 39,9%).
- Pelemahan Rupiah lebih disebabkan oleh Indeks US Dollar yang tetap kuat, di atas 105, karena suku bunga USD yang belum juga turun dari 5,25%-5,50%
- Namun demikian US Fed sudah memberikan indikasi yang kuat bahwa suku bunga USD akan turun minimal 1 kali di tahun 2024, paling lambat di bulan Desember 2024
- Menjelang kepastian penurunan suku bunga US pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China, dengan tujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global, berlanjutnya trade war antara China serta ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
- Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
- Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy, namun PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.
tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!
Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:
- SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
- SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun
Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 24 Juni 2024:
Jumat (21/6) IHSG Naik Lagi
IHSG menguat 0,89% atau 60,66 poin ke 6.879,98 hari Jumat, 21 Juni 2024. Pekan pendek periode perdagangan 19-21 Juni 2024, IHSG tercatat menguat 2,16%.
Investor asing mencatat net buy atau beli bersih Rp1,15 triliun di seluruh pasar saat IHSG naik hari Jumat lalu. IHSG melanjutkan kenaikan setelah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 6,25% hari Rabu (19/6).
Pernyataan Gubernur Bank Indonesia yang menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tetap kuat yang ditandai dengan inflasi yang rendah (terakhir bulan Mei 2,8%), pertumbuhan ekonomi di atas 5%, dan cadangan devisa yang memadai (sekitar USD139 miliar) yang membuat BI memiliki kemampuan untuk intervensi pasar.
Faktor lain yang membuat IHSG bergairah kembali adalah direvisinya peraturan dan penerapan Full Call Auction di Bursa Efek Indonesia terutama terutama terhadap emiten yang berkapitalisasi besar dan likuiditas atau volume dan nilai transaksinya juga besar.
Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam konperensi pers pekan lalu, menyampaikan bahwa pelemahan Rupiah terjadi karena faktor global, seperti kuatnya perekonomian AS yang menyebabkan bank sentralnya diduga banyak pelaku pasar masih akan sulit menurunkan suku bunga acuan Fed Fund Rate.
Selain itu, ada perbedaan arah suku bunga negara-negara maju karena bank sentral Eropa kini malah menurunkan suku bunga acuannya.
Sementara itu, sisi internal konsumsi masyarakat masih kuat yang tercermin dari indeks keyakinan konsumen, konsumsi semen dan listrik, serta Purchasing Managers’ Index yang masih di atas 50.
Perekonomian Indonesia masih akan tumbuh di atas 5%. Adapun untuk APBN 2025 yang sedang disusun dengan DPR dipastikan dapat mengakomodir program makan siang gratis Presiden Terpilih Prabowo Subijanto dan tidak membuat bengkak APBN sebagaimana yang dikhawatirkan oleh pelaku pasar.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pelamahan yang terjadi beberapa hari terakhir hingga bergerak di atas Rp 16.400 banyak dipicu oleh faktor sentimen jangka pendek dan bukan disebabkan faktor fundamental.
Jika dilihat dari faktor fundamentalnya, rupiah seharusnya menguat. Hal ini karena inflasi rendah di 2,8%, pertumbuhan ekonomi yang tinggi 5,1% dan kredit juga bertambah 12%. (CNBC Indonesia, 24 Juni 2024)
Harga Emas Masih Berpotensi Untuk Naik
Emas bertahan stabil di sekitar $2,360 per ounce pada hari Jumat (21/6) dan berpotensi untuk naik. Stabilnya harga emas karena data ekonomi AS yang lemah yang memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menurunkan suku bunga tahun ini.
Data minggu lalu menunjukkan perlambatan di pasar tenaga kerja dan tekanan harga. Hal ini juga diikuti oleh lemahnya data penjualan ritel pada hari Selasa, yang mengindikasikan bahwa aktifitas ekonomi AS masih lesu pada kuartal kedua.
Faktor lainnya adalah ketegangan politik yang masih tinggi di Timur Tengah dimana pada hari Kamis lalu beberapa serangan udara Israel di Jalur Gaza mengakibatkan kematian sedikitnya 14 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka.
Ulasan
- Perekonomian Indonesia secara fundamental kuat, inflasi tahunan sesuai dengan ekspektasi (terakhir bulan Mei 2,8%), ekspor-impor yang selalu surplus 49 bulan berturut-turut, Purchasing Managers’ Index tetap di atas 50 (terakhir bulan Mei 52,1), cadangan devisa yang memadai, rasio Government Debt to GDP yang terkendali (sekitar 39,9%).
- Pelemahan Rupiah lebih disebabkan oleh Indeks US Dollar yang tetap kuat, di atas 105, karena suku bunga USD yang belum juga turun dari 5,25%-5,50%
- Namun demikian US Fed sudah memberikan indikasi yang kuat bahwa suku bunga USD akan turun minimal 1 kali di tahun 2024, paling lambat di bulan Desember 2024
- Menjelang kepastian penurunan suku bunga US pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China, dengan tujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global, berlanjutnya trade war antara China serta ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
- Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
- Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy, namun PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.



