tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri SBR013, 100% AMAN dijamin negara!
Masa penawaran SBR013 berlangsung pada tanggal 10 Juni–4 Juli 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:
- SBR013-T2 tenor 2 tahun kupon 6,45% per tahun
- SBR013-T4 tenor 4 tahun kupon 6,60% per tahun
Imbal hasil (kupon) SBR013 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli SBR013 di aplikasi tanamduit, bonus reksadana!
Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 21 Juni 2024:
Bank Indonesia Mempertahankan BI Rate di 6,25%
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Juni 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7,00%.
Keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter pro-stability sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025. (Bank Indonesia)
Kamis (20/6), Harga Surat Utang Negara (SUN) Mengalami Pelemahan
Yield SUN Benchmark 5-tahun tidak mengalami perubahan di level 7,01%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun naik sebesar 2 bp menjadi 7,11%. Volume transaksi outright SBN tercatat Rp15,9 triliun, lebih rendah dari volume transaksi di hari sebelumnya Rp22,2 triliun. FR0100 dan FR0101 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing – masing sebesar Rp2,8 triliun dan Rp2,6 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp1,4 triliun.
Indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung negatif, tergambar dari peningkatan yield US Treasury (UST) dan Credit Default Swap (CDS) Indonesia. Yield curve UST 5-tahun meningkat sebesar 2bp menjadi 4,26%, dan yield curve UST 10-tahun meningkat sebesar 3bp menjadi 4,25%. Sementara CDS 5-tahun Indonesia meningkat 1bp menjadi 77bp. Dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang didiskusikan di atas, ada potensi peningkatan volatilitas harga dan yield dari instrumen RPSBN untuk sementara waktu. (BNI Sekuritas)
IHSG Naik Kamis (20/6) Setelah Pengumuman BI Rate Tetap di 6,25%
Setelah mengalami penurunan 5 hari berturut-turut IHSG ditutup naik cukup signifikan Kamis kemarin, setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuannya.
IHSG ditutup melonjak 1,37% ke posisi 6.819,32. IHSG akhirnya berhasil kembali ke level psikologis 6.800 pada hari ini. Nilai transaksi selama perdagangan mencapai sekitar Rp 17 triliun.
Bank-bank besar mencatat kenaikan harga yang tajam, BBRI +4,15%, BBCA +4,14%, BMRI +3,48%, BBNI +2,33% dan BRIS +1,24%. (CNBC Indonesia)
Rupiah Melemah Setelah Rilis BI Rate Tetap 6,25%
Rupiah spot ditutup melemah di Rp16.430/USD pada perdagangan Kamis kemarin, setelah BI merilis keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate tetap di level 6,25%.
Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga ditutup melemah di Rp16.420/USD.
Rupiah melemah 0,4%, terdalam di Asia hari Kamis kemarin sejalan dengan mayoritas mata uang Asia juga bergerak melemah tertekan oleh dolar Amerika Serikat.
Rupee India tergerus 0,24%, Baht Thailand turun 0,23%, lalu Won Korea tergerus 0,22%, disusul oleh Dolar Singapura 0,15%. Yuan Tiongkok dan offshore juga melemah masing-masing 0,05% dan 0,08%. Sejauh ini hanya dolar Hong Kong dan Dolar Taiwan yang masih menguat di kisaran terbatas terhadap the greenback. (Bloomberg Technoz)
Harga Emas Naik Hari Kamis (20/6)
Emas naik dari USD 2.330 ke sekitar USD2,340 per ounce pada hari Kamis (20/6), berada pada level tertinggi dalam dua minggu terakhir.
Hal ini karena kinerja ekonomi AS yang lesu meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menurunkan suku bunga tahun ini.
Presiden US Fed Chicago Austan Goolsbee menyebut angka inflasi harga konsumen terbaru “sangat baik” pada hari Selasa (18/6) dan menyatakan optimisme terhadap penurunan inflasi lebih lanjut tahun ini.
Investor sekarang fokus pada klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis hari ini dan melihat indeks manajer pembelian pada hari Jumat untuk mendapatkan wawasan mengenai konsumsi dan kekuatan ekonomi.
Pelaku pasar berpendapat bahwa penurunan suku bunga US akan menaikkan minat pembelian emas. Selain itu kenaikan harga emas juga disebabkan oleh pembelian yang terus dilakukan oleh sejumlah bank sentral di dunia sejak 2 tahun terakhir dengan tujuan diversifikasi risiko karena ketegangan politik dan mengurangi ketergantungan dari investasi di US Treasury, (Trading Economics)
Harga Emas Bertahan di Level USD2.330
Emas bertahan stabil di kisaran $2,330 per ons pada hari Rabu kemarin setelah mengalami penurunan di sesi sebelumnya, karena data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Banyak bank sentral yang berencana meningkatkan cadangan emas mereka dalam waktu satu tahun karena ketidakpastian ekonomi dan politik, meskipun harga emas tinggi, menurut survei World Gold Council. (Trading Economics)
Ulasan
- Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate di 6,25% membuat nilai tukar Rupiah melemah, karena dinilai tidak sesuai dengan harapan pelaku pedagang valuta asing. Selain itu juga membuat yield Surat Utang Negara naik dari level 7,0% ke 7,1%. Namun dilain pihak membuat pasar saham rebound dan naik menuju level 6.800.
- Investor global berharap data-data ekonomi US yang akan dirilis dapat mendukung ekspektasi turunnya suku bunga di tahun 2024 ini.
- Menjelang kepastian penurunan suku bunga US pasar saham dan obligasi Indonesia masih akan volatile.
- Harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih akan melanjutkan pembelian emas, terutama Bank Sentral China. Pembelian emas ini bertujuan untuk diversifikasi risiko di tengah ketidakpastian global, berlanjutnya trade war, serta ketegangan geopolitik yang masih belum mereda.
Rekomendasi:
- Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mengurangi investasi di reksa dana berbasis saham, yaitu reksa dana saham, indeks saham dan campuran.
- Untuk jangka panjang, pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
- Untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun, disarankan untuk memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang karena masih memberikan return yang lebih tinggi dari bunga deposito.
- Harga emas masih volatile. Namun, dalam jangka menengah–panjang, harga emas diperkirakan masih akan naik karena beberapa bank sentral masih melakukan pembelian emas untuk diversifikasi risiko karena ketidakpastian global, baik dalam hal perekonomian maupun geopolitik yang masih memanas.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk menjadi portfolio investasi untuk jangka menengah dan panjang.
- Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.
Yuk, investasi sekarang di tanamduit!
DISCLAIMER:
Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.
Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy, namun PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.


