fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Breakfast News: 12 Juni 2024

tanamduit Breakfast News: 12 Juni 2024

oleh | Jun 12, 2024

tanamduit menawarkan investasi AMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi daripada bunga deposito.

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 12 Juni  2024:

market update 12 juni 2024

IHSG Masih Menderita, Hari Selasa (11/6) Turun

IHSG kembali menunjukkan penurunan 65,86 poin atau -0,95% ke 6.855,69, semakin menjauh di bawah angka psikologis 7.000.

Investor bersikap khawatir akan hasil FOMC Meeting di AS hari Rabu (12/6), malam ini waktu Indonesia. Kemungkinan US Fed tidak akan menurunkan suku bunga US di sisa tahun 2024 ini karena data ekonomi AS menunjukkan bahwa ekonomi AS masih kuat dan inflasi masih belum akan turun ke level 2% di tahun 2024 ini.

Saat ini konsensus memperkirakan inflasi tahunan di bulan Mei stabil di 3,4%.

Jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan,  maka kemungkinan terburuk The Fed masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan (higher for longer).

Tingkat bunga yang tinggi akan membuat yield US Treasury tetap tinggi. Mata uang US Dollar yang tercermin di US Dollar Index tidak akan turun dan bertahan di level 105.

Dampaknya bagi Indonesia adalah tingkat bunga Rupiah juga akan tetap tinggi, nilai tukar Rupiah belum dapat menguat kembali sehingga investasi di Indonesia kurang menarik bagi investor global dan selanjutnya menekan dan membuat IHSG tetap volatile.

Faktor penerapan Full Call Auction (FCA) terhadap emiten yang masuk dalam papan pengawasan khusus juga menjadi salah satu faktor yang membuat investor mengurangi aktifitas trading, terutama investor asing.

FCA dinilai tidak transparan dan membuat investor kesulitan dalam mengeksekusi pembelian dan penjualan saham FCA karena tidak adanya quotation bid (minat beli) dan offer (minat jual) yang transparan dan real time.

Harga Surat Utang Negara (SUN) Melemah Pada Perdagangan Selasa (11/6)

Yield SUN Benchmark 5-tahun meningkat sebesar 6 basis poin menjadi 6,95%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun meningkat sebesar 5 bp ke level 7,01%.

Artinya, harga kedua SUN acuan tersebut  menunjukkan pelemahan. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp25,6 triliun kemarin, lebih tinggi dari hari sebelumnya Rp10,5 triliun. (BNI Sekuritas)

Yield US  Treasury 10-Tahun Turun ke 4,4%

Yield (imbal hasil) US Treasury tenor 10-tahun turun ke 4,4% setelah lelang (pemerintah AS menjual US Treasury yang dimiliki) pada Selasa (11/6) sore.

Hal ini menunjukkan permintaan obligasi tetap kuat di tengah dugaan bahwa tingkat bunga US tidak akan diturunkan di sisa akhir tahun 2024 ini.

Sementara itu, investor menunggu laporan CPI (Consumer Price Index) atau inflasi dan keputusan suku bunga Fed yang akan dirilis hari Rabu waktu setempat.

The Fed kemungkinan akan mempertahankan kisaran target dana fed fund di kisaran 5,25%-5,5%. (Trading Economics)

UBS: Harga Emas Turun Untuk Dibeli Bukan Untuk Dijual

Dalam tulisannya pada hari Senin yang lalu, analis UBS (United Bank of Switzerland) menyarankan bahwa penurunan harga emas baru-baru ini adalah peluang untuk membeli, bukan untuk menjual.

Catatan analis UBS tersebut mengikuti penurunan harga emas lebih dari 3% pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS terbaru yang ternyata secara mengejutkan tetap kuat, di atas ekspektasi pasar.

UBS mengakui bahwa kejutan kenaikan Consumer Price Index (inflasi) dalam jangka pendek dapat memberikan tekanan pada harga emas.

Namun, mereka yakin data pasar kerja yang kuat mungkin tidak mencerminkan gambaran keseluruhan, yang menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran dan penurunan rasio lowongan pekerjaan terhadap pengangguran.

Pembelian emas oleh sejumlah bank sentral masih menjadi faktor utama, salah satunya Polandia menambah cadangannya pada bulan Mei.

UBS memperkirakan total permintaan akan mencapai 950-1.000 metrik ton pada tahun 2024. Hal ini mengingat ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung dan pemilu AS yang akan datang.

UBS melihat emas sebagai lindung nilai portofolio yang berharga, dan merekomendasikan alokasi sekitar 5% untuk portofolio berimbang dalam USD. (Investing)

Ulasan

  • Data terakhir lapangan pekerjaan di AS yang masih kuat menjadi kabar buruk bagi investor yang mengharapkan turunnya suku bunga yang berpengaruh terhadap suku bunga negara-negara selain AS.
  • Hasil keputusan FOMC Meeting hari Rabu (12/6) kemungkinan besar adalah masih mempertahankan suku bunga di level saat ini 5,25%-5,50%.
  • Walaupun BI Rate dinaikkan 0,25% ke 6,25%, yield Surat Utang Negara tidak terdorong naik namun investor asing melakukan penjualan yang masif sejak awal tahun 2024.
  • Keberlanjutan implementasi FCA di Bursa Efek Indonesia perlu dicermati karena dapat mengurangi minat minat investor baik investor dalam negeri maupun investor luar negeri.

    Rekomendasi:

    • Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk overweight/memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang.
    • Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
    • Pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham untuk jangka panjang, karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
    • Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.

    Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

    DISCLAIMER:

    Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), yang memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.

    Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas, baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Namun, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.

    tanamduit Team

    tanamduit adalah aplikasi penyedia beragam produk investasi reksa dana, emas, Surat Berharga Negara (SBN) yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile