fb-logo
Beranda » belajar » Tanamduit Outlook » tanamduit Breakfast News: 28 Mei 2024

tanamduit Breakfast News: 28 Mei 2024

oleh | Mei 28, 2024

tanamduit menawarkan investasi TERAMAN dengan return atau imbal hasil lebih tinggi dari bunga deposito. Investasi di SBN seri ST012, investasi syariah yang 100% AMAN dijamin negara!

Masa penawaran ST012 berlangsung pada 26 April-29 Mei 2024. Berikut adalah tingkat kuponnya:

  • ST012-T2 tenor 2 tahun kupon 6,40% per tahun
  • ST012-T4 tenor 4 tahun kupon 6,55% per tahun

Imbal hasil (kupon) ST012 floating with floor, berpotensi NAIK saat suku bunga BI naik, tapi tidak akan turun saat suku bunga BI turun! Beli ST012 di tanamduit bonus saldo reksadana!

Berikut adalah data-data indeks saham, nilai tukar mata uang, harga komoditas, dan yield obligasi per 28 Mei 2024:

market-update-28-mei-2024

Saham Big Caps Turun di Hari Senin (27/5), Indeks Non IHSG Turun Cukup Dalam

IHSG kembali terkoreksi hari Senin (27/5) sebesar 45,96 poin atau turun sekitar 0,64% dibanding perdagangan hari sebelumnya, Rabu (22/5).

Saham-saham berkapitalisasi besar turun cukup dalam, antara lain BRPT -8,86%, BBRI -3,6%, BMRI -3,72%, TLKM –4,42%, ASII -3,40%, BBNI -1,89% dan BBCA -1,33%.

Namun, beberapa saham big caps lainnya naik secara cukup tinggi sehingg menahan laju turunnya IHSG, AMMN +19,91%, GOTO +6,06%.

Penurunan harga saham big caps ini membuat indeks non IHSG yang didalamnya tidak terdapat saham AMMN turun jauh lebih besar dibanding penurunan IHSG, antara lain indeks SRI Kehati -2,20%, IDX30 -2,14% dan Bisnis27 -2,70%.

Penurunan harga-harga saham di IDX terutama disebabkan oleh rilis risalah rapat US Federal Reserve pada hari Rabu (22/5).

Kabar tersebut membuat indeks Dow Jones turun pada hari Kamis dan Jumat. Namun, IHSG baru memberikan response negatif pada hari Senin (27/5) karena hari Kamis dan Jumat yang lalu bursa IDX tutup.

Perilisan risalah rapat US Fed ini memberi sinyal yang lebih tegas dibanding pidato Jerome Powell seminggu sebelumnya.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa  inflasi AS masih tinggi di atas 3% dan US Fed belum melihat alasan yang akurat untuk menurunkan suku bunga US.

Kabar tersebut membuat investor bersikap sangat berhati-hati dan mengurangi portofolio investasi mereka di saham, termasuk di saham IDX.

Harga Emas Naik Hari Senin Kemarin

Harga emas naik sekitar 1% pada hari Senin (27/5), setelah sempat turun di pertengahan minggu yang lalu. Kenaikan harga emas kemarin terjadi karena investor berspekulasi menjelang laporan inflasi utama yang akan dirilis minggu ini.

Melansir Reuters, harga emas di pasar spot naik sekitar 1% menjadi USD2.355,60 per ons troi pada pukul 10:05 ET (1405 GMT), setelah menyentuh level terendah sejak 9 Mei di USD2.325,19 pada hari Jumat.

Harga emas sempat turun ke level USD2.320 pertengahan minggu yang lalu komentar yang lebih hawkish (suku bunga tinggi) dari pejabat The Fed dan data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.

Hal tersebut membuat investor berpendapat bahwa penurunan suku bunga menjadi tertunda.

Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi minat untuk memiliki aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas.

Investor sekarang menunggu dirilisnya indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan April, yang akan menentukan sikap mereka terhadap keputusan investasi. (Kontan)

Ulasan

  • Walaupun inflasi tahunan bulan April di AS menunjukkan penurunan dari 3,5% ke 3,4% dan inflasi bulanan turun dari 0,4% ke 0,3%, ekonomi AS masih tetap kuat dan penurunan inflasi tahunan menuju 2% masih belum dapat dipastikan kapan saatnya.
  • Waktu turunnya suku bunga US belum dapat dipastikan oleh pejabat-pejabat US Federal Reserve yang memberikan pernyataan yang sangat berhati-hati dan tidak memberikan celah kepastian kapan suku bunga akan turun.
  • BI Rate yang baru saja dipertahankan di level 6,25% akan turun jika US Fed Fund Rate sudah turun.

    Rekomendasi:

    • Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk overweight/memperbanyak investasi di reksa dana pasar uang.
    • Tetaplah berinvestasi secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan. Pilih produk reksa dana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
    • Pertimbangkan untuk mulai mengakumulasi reksa dana saham dan indeks saham untuk jangka panjang, karena harga-harga saham saat ini dalam kategori murah.
    • Emas dapat dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang karena nilai emas selalu mengalahkan inflasi.

    Yuk, investasi sekarang di tanamduit!

    DISCLAIMER:

    Tulisan ini dibuat dan diterbitkan oleh PT Star Mercato Capitale (tanamduit), yang memperoleh izin dari dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana.

    Tulisan ini bersumber dari berbagai informasi tertulis dan visual yang terpercaya dan tersebar luas, baik yang disediakan secara digital maupun hardcopy. Namun, PT Star Mercato Capitale tidak dapat menjamin keakurasian dan kelengkapan data dan informasinya. Manajemen PT Star Mercato Capitale beserta karyawan dan afiliasinya menyangkal setiap dan semua tanggung jawab atas keakurasian tulisan ini atau kelalaian dari atau kerugian apapun yang diakibatkan dari penggunaan tulisan ini. Pendapat yang diungkapkan dalam tulisan ini adalah pandangan kami saat ini dan dapat berubah setiap saat tanpa pemberitahuan. Pembaca tulisan ini diwajibkan membaca prospektus dan memahami produk yang akan dibeli atau dijual sebelum melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja yang akan datang.

    tanamduit Team

    tanamduit adalah aplikasi penyedia beragam produk investasi reksa dana, emas, Surat Berharga Negara (SBN) yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

    banner-download-mobile